Memasuki Musim Penghujan, Warga Jambi Diminta Waspada Ancaman DBD

Memasuki musim penghujan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman DBD.

Tribunjambi/Miftahul Jannah
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jambi, Eva mengimbau warga untuk mewaspadai DBD. 

Memasuki Musim Penghujan, Warga Jambi Diminta Waspada Ancaman DBD

TRIBUNJAMBI.COM.JAMBI- Memasuki musim penghujan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit, salah satunya demam berdarah dengue.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jambi Eva mengatakan masyarakat khususnya di daerah rawan banjir harus mewaspadai penyakit demam berdarah .

Untuk menanggulangi penyakit DBD ketika musim banjir Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dikatakan Eva telah memberikan surat edaran kepada kabupaten kota seprovinsi Jambi untuk mempersiapkan Puskesmas serta tenaga kesehatan.

"Selain mempersiapkan Puskesmas dan tenaga kesehatan Kami juga akan menyuplai obat-obatan di daerah rawan banjir. Jika di kabupaten kota terjadi kekurangan obat-obatan," jelasnya.

Awal 2020, 173 Warga Tanjab Barat Teridentifikasi DBD, Dua Orang Meninggal

Harga Bawang Putih di Kota Jambi Naik, Benarkan Dampak Virus Corona di China?

Terdakwa Pencabulan di Jambi Divonis Bebas, Ada Kejanggalan Saat Sidang

Penyakit DBD ini juga banyak terjadi karena faktor lingkungan. Kata dia Jika lingkungannya kotor dan banyak tergenang air maka besar kemungkinan nyamuk aedes aegypti semakin banyak berkembang sehingga bisa menularkan lebih cepat penyakit DBD.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jambi hingga Januari 2020 tercatat ada 493 kasus DBD.

" Angka ini lebih tinggi dibanding tahun 2019 lalu pada Januari jumlahnya mencapai 397 kasus DBD, namun masyarakat diminta harus tetap waspada terutama pada saat musim hujan ini," ujarnya.

Dari 493 kasus DBD yang terjadi di ungkapkan Eva daerah paling banyak terserang adalah Kota Jambi yaitu mencapai 172 kasus, Tanjung Jabung Barat 96 kasus, Batanghari 42 kasus, Muaro Jambi 114 kasus, Kerinci 9 kasus, 23 kasus Tebo, 20 kasus Bungo ,17 Sungai Penuh.

"Di tahun ini tercatat ada 2 kasus DBD yang memakan korban jiwa yaitu di Kota Jambi 1 orang korban dan Muaro Jambi 3 orang korban," ungkapnya.

Pada musim penghujan ini Eva mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena itu merupakan awal mula dari segala bibit penyakit serta terus memastikan tempat-tempat yang terdapat genangan air bebas dari jentik.(Miftahul Jannah)

Penulis: tribunjambi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved