Berita Kerinci

Galian C Ilegal Menjamur, Hasil Diskusi FGD Polres Kerinci dan Pengusaha Tidak Dindahkan

Galian C Ilegal Menjamur, Hasil Diskusi FGD Polres Kerinci dan Pengusaha Tidak Dindahkan

Galian C Ilegal Menjamur, Hasil Diskusi FGD Polres Kerinci dan Pengusaha Tidak Dindahkan
Tribunjambi.com/Heru Pitra
Galian C Ilegal Menjamur, Hasil Diskusi FGD Polres Kerinci dan Pengusaha Tidak Dindahkan 

Galian C Ilegal Menjamur, Hasil Diskusi FGD Polres Kerinci dan Pengusaha Tidak Dindahkan

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pertambangan dengan cara pengerukan tanah atau biasa disebut dengan galian C yang tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Provinsi di Kabupaten Kerinci, semakin menjamur.

Galian C ini bukan hanya beroperasi di sekitar bukit di Kecamatan Gunung Kerinci, bahkan sudah beroperasi di aliran Sungai Batang Merao.

Diketahui pada Oktober 2019 lalu, Polres Kerinci telah menggelar Forum Group Discusion (FGD) dan Sosialisasi tentang penertiban perizinan Galian C dan dampak lingkungan.

Diskusi dipusatkan di kantor Camat Gunung Kerinci yang dibuka langsung oleh Kapolres Kerinci diwakili Waka Polres Kerinci Kompol M Ridho. FGD itu juga dihadiri sejumlah pejabat Polres Kerinci, Dinas Lingkungan Hidup dan Perizinan, Camat, Kapolsek serta Pengusaha/Pemilik Galian C dalam wilayah empat kecamatan.

Hotman Paris Bereaksi Soal Siswa SMA di Malang yang Didakwa Penjara Seumur Hidup Karena Bunuh Begal

Waspada Tanah Longsor, Potensi Hujan Sedang Hingga Lebat di Provinsi Jambi 20 Hingga 22 Januari 2020

Diduga Ada Aktivitas PETI Berkedok Galian C, Warga Desa Seling, Tabir Merangin, Resah

Jelang Tour de Singkarak, Galian C dan Dump Truck Pengangkut Material Diminta Hentikan Aktivitas

Salah satu hasil diskusi tersebut satu diantaranya adalah para pelaku galian C yang tidak mengurus izin dalam waktu tiga bulan ke depan (mulai Oktober 2019 yang lalu) agar menghentikan operasi pertambangan dan dihentikan oleh aparat hukum.

Pemilik galian yang tidak memiliki izin akan ditindak oleh yang berwajib sesuai dengan hukum berlaku.

Namun sampai saat ini, perusahaan galian C yang tidak memiliki izin masih beroperasi di Kerinci. Sementara, dengan adanya aktivitas galian C tersebut, membuat warga di sekitar Sungai Batang Merao, merasa terancam.

Selain kerugian material yang diambil dari sungai, warga juga khawatir terjadi bencana banjir. Selain itu, air sungai juga tidak bisa dimanfaatkan karena keruh.

Samsir, warga Siulak Deras, meminta agar aktivitas galian C di Sungai Batang Merao dihentikan.

Halaman
12
Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved