Breaking News:

Korupsi Pembangunan Asrama Haji Jambi: Asep Bersaksi Tak Digaji Tiga Bulan

Asep salah satu tenaga pengawas konstruksi pembangunan asrama haji Jambi tiga bulan tidak digaji. Asep dari PT Jasa Konstruksi.

Tribunjambi/Jaka HB
Asep dari PT Jasa Konstruksi menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi pembangunan asrama haji Jambi. 

Korupsi Pembangunan Asrama Haji Jambi: Asep Bersaksi Tak Digaji Tiga Bulan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Asep salah satu tenaga pengawas konstruksi pembangunan asrama haji Jambi tiga bulan tidak digaji. Asep dari PT Jasa Konstruksi.

Asep mengatakan pasca tidak diperpanjangnya kontrak kerja pada Desember, saksi mengaku tidak lagi bekerja. Namun, saat itu dia dihubungi agar tetap mengawasi pembangun asrama haji tersebut.

Meski tetap bekerja, Asep tidak lagi membawa bendahara jasa konstruksi.

Saksi menerangkan, sejak Desember sampai Maret bekerja tanpa kontrak kerja. Kontrak kerja jasa konstruksi habis pada Desember.

"Setelah itu bekerja tanpa kontrak kerja. Saya ditelepon terus, disuruh kerja, tapi tidak digaji," ungkap saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi, pada Senin (16/12).

Korupsi Aula Asrama Haji Jambi: JPU Akan Hadirkan 9 Saksi Senin Depan

Banjir Mulai Surut, BPBD Imbau Warga Bungo Tetap Waspadai Banjir Kiriman dari Sumbar

Lantik 124 Pejabat Eselon III dan IV, Cek Endra Minta Layanan Masyarakat Tidak Bertele-tele

Muslim Ketua SMB Dituntut 5 Tahun Penjara, Buntut Pengerusakan Kantor PT WKS

Untuk menutupi kebutuhan harian di lokasi proyek di Jambi, saksi mengaku meminjam uang pada rekannya. "Siang saya kerja, malam ditelepon pak Kanwil nanyakan perkembangan proyek. Saya tidak digaji, pernah terima Rp 3 juta dari Tendri. Cuma itu, selebihnya saya utang, bahkan sampai saat ini masih ada yang belum lunas," ungkap saksi.

Dihadapan ketua majelis hakim yang dipimpin Erika Sari Emsah Ginting, saksi yang mengungkapkan banyaknya kejanggalan, dalam pembangunan gedung asrama haji tersebut, salah satunya terkait material, kontruksi dan proses pencarian.

"Pertamakali saya melakukan pengecekan itu pekerjaan baru 7 persen. Sampai di bulan ketiga itu masih 12 persen, bulan keempat 17 persen, kelima 24 persen. Harusnya berakhir dibulan keenam, tapi ternyata tidak juga," kata Asep lagi, Senin ( 16/12).

Tidak dikerjakannya proyek tersebut, menurut saksi karena kurangnya material pembangunan. "Jadi kontraknya tidak dijalankan karena material kurang. Padahal tenaga kerjanya banyak," katanya.

Pada laporan terakhir, menurutnya pengerjaan telah mencapai 92 persen, pada Maret. "Terakhir itu 92 persen. Dari angka itu terdapat 11 persen MOS (Material on Site) yang terpasang. Karena ada material yang tidak terpasang," ungkapnya.

Seperti diketahui kasus ini, melibatkan sejumlah terdakwa, yakni mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, M Tahir Rahman yang di sidang secara terpisah, dan Tendri, Dasman, Edo, Bambang, Johan dan Eko.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved