Banjir di Tebo

Banjir Mulai Surut, BPBD Imbau Warga Bungo Tetap Waspadai Banjir Kiriman dari Sumbar

Air yang menggenangi Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto dalam beberapa waktu terakhir mulai surut.

Tribunjambi/Mareza
Air yang menggenangi Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto dalam beberapa waktu terakhir mulai surut. 

Banjir Mulai Surut, BPBD Imbau Warga Bungo Tetap Waspadai Banjir Kiriman dari Sumbar

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Air yang menggenangi Desa Teluk Lancang, Kecamatan VII Koto dalam beberapa waktu terakhir mulai surut. Sejumlah warga sudah kembali ke rumah dan sibuk membersihkan rumah, Senin (16/12/2019).

Warga membersihkan sampah yang terbawa genangan air beberapa waktu lalu. Selain itu, sejumlah warga juga mulai membersihkan rumah dari tanah dan lumpur yang terbawa air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Hari Sugiarto menyebut, BPBD sudah menarik personel dan membuka tenda yang sebelumnya terpasang.

"Personel sudah kita tarik, dan tenda-tenda yang sebelumnya terpasang sudah kita buka, karena pengungsi sudah kembali semua ke rumah mereka," katanya, Senin (16/12/2019).

Lantik 124 Pejabat Eselon III dan IV, Cek Endra Minta Layanan Masyarakat Tidak Bertele-tele

Muslim Ketua SMB Dituntut 5 Tahun Penjara, Buntut Pengerusakan Kantor PT WKS

Coffe Morning dengan Media, KPU Jambi Ajak Perangi Hoax

Warga Dusun II Desa Pelayangan Datangi Dinas PMD Minta Kadus Diganti

Selain membersihkan rumah, sejumlah warga juga mengangkat barang-barang elektronik kembali ke rumah. Pasalnya, ketika genangan air cukup tinggi kemarin, barang-barang elektronik itu terpaksa diamankan.

Hari menambahkan, tim reaksi cepat (TRC) bersama instansi terkait tetap melakukan patroli di daerah aliran sungai (DAS) untuk mengetahui dan mendata warga yang terkena dampak banjir.

Selain itu, hal itu dilakukan juga untuk memantau perkembangan kondisi air sungai yang bisa saja meluap.

Dia mengimbau, meski sudah kembali ke rumah, masyarakat tetap waspada terhadap adanya kemungkinan banjir kiriman, baik dari luapan sungai sekitar maupun dari Sumatra Barat.

"Informasi yang kami dapat dari BMKG Jambi, intensitas hujan cukup tinggi masih akan terjadi hingga Januari 2020 mendatang," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, ada sekitar 65 rumah yang terdampak banjir di Desa Teluk Lancang. Selain Kecamatan VII Koto, ada enam kecamatan lain yang berpotensi terdampak luapan sungai.

Di antaranya Kecamatan Tebo Ulu, Sumay, Tebo Tengah, dan Serai Serumpun. Selain itu, banjir juga mengancam Kecamatan Tengah Ilir dan Tebo Ilir.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved