Dua Tersangka Korupsi Auditorium UIN STS Jambi Akan Dipanggil Paksa Jika Tak Penuhi Panggilan Ketiga

Dua orang tersangka baru kasus UIN sudah dipanggil dua kali. Tersisa satu panggilan lagi. Jika tak dipenuhi mereka akan dipanggil paksa.

Dua Tersangka Korupsi Auditorium UIN STS Jambi Akan Dipanggil Paksa Jika Tak Penuhi Panggilan Ketiga
Tribunjambi/Jaka HB
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi Aksyam. 

Dua Tersangka Korupsi Auditorium UIN STS Jambi Akan Dipanggil Paksa Jika Tak Penuhi Panggilan Ketiga

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua orang tersangka baru kasus korupsi auditorium UIN STS Jambi sudah dipanggil dua kali. Tersisa satu panggilan lagi. Jika tak dipenuhi mereka akan dipanggil paksa.

Dua orang yang ditetapkan yakni RS dan seorang perempuan berinisial K. 

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi Aksyam mengatakan kedua tersangka yang mangkir tersebut merupakan pihak swasta. Mereka yakni berinisal RS dan seorang wanita yang berinisal K.

"Mereka swasta semuanya, sudah dua kali panggilan tidak hadir, pertama bersama dengan tiga tersangka lainnya yang sudah ditahan yang kedua baru baru ini," katanya, Jumat (13/12)

Jika pada panggilan ketiga nanti masih mangkir. Pihaknya akan meanggil  paksa keduanya. "Jika setelah panggilan ketiga tidak juga datang, maka akan ditetapkan DPO (daftar pencarian orang), dan akan dilakukan upaya paksa," ungkapnya.

Kasus Korupsi Lurah Tanjung Akan Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Ini Waktunya

Kronologi Tabrakan Mobil Pengangkut Ayam di Bungo, Truk Ngerem Mendadak Tanpa Rambu, Kernet Tewas

Dewan Soroti Pekerjaan Dinas PUPR Jambi, Hingga Akhir Tahun Banyak Proyek Belum Selesai

Polres Sarolangun Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Korupsi PLTMH Batang Asai

Sedangkan untuk tiga tersangka lainnya saat ini masih tahap melengkapi berkas perkara agar segera dilimpahkan ke Pengadilan. "Mereka yang tiga sudah di lapas, baru minggu kemarin diperiksa," tandansya.

Dengan adanya penetapan dua tersangka baru tersebut, sejauh ini sudah ada lima orang tersangka yang ditetapkan. Tiga orang tersangka sebelumnya adalah Hermatoni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), John Simbolon selaku Direktur PT Lambok Ulina, serta Iskandar Zulkarnain selaku kuasa Direktur PT Lambok Ulina.

Ketiganya, Selasa (26/11) lalu, juga ditahan oleh penyidik Kejati Jambi. Ketiga tersangka ditahan untuk 20 hari, dan dititipkan di Lapas Klas IIA Jambi.

Diketahui sebelumnya, setidaknya 30 saksi dari berbagai pihak telah diperiksa penyidik Kejati Jambi. Penyidik juga terus melakukan pengembangan terkait kasus ini.

Untuk kerugian negara, berdasarkan perhitungan pihak BPKP, kerugian negara lebih kurang Rp 12,8 miliar, dari total 35,5 miliar pagu anggaran.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved