Lahan Pertanian di Kota Jambi Menyempit Tergusur Perumahan, Ini yang Dilakukan Pemkot Jambi

Saat ini, kondisi pertanian di Kota Jambi hanya mampu menyumbang 20 persen kebutuhan pangan di Kota Jambi.

Lahan Pertanian di Kota Jambi Menyempit Tergusur Perumahan, Ini yang Dilakukan Pemkot Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Wakil Wali Kota Jambi Maulana saat menyerahkan bantuan kepada para petani 

Lahan Pertanian di Kota Jambi Menyempit Tergusur Perumahan, Ini yang Dilakukan Pemkot Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Saat ini, kondisi pertanian di Kota Jambi hanya mampu menyumbang 20 persen kebutuhan pangan di Kota Jambi. Hal ini dipengaruhi dengan ketersedian lahan pertanian di Kota Jambi.

Dikatakan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana usai membuka kegiatan temu lapangan petani, penyuluh dan peneliti pada kelompok Tani Rizki di Rt 28, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kamis (28/11).

Dikatakannya, ketersedian lahan pertanian menurun karena banyaknya pengembang property perumahan dan lainnya. Selain itu juga dikarenakan karakteristik perkotaan di seluruh Indonesia. Maka dari itu, temu lapangan ini sangat perlu dilakukan untuk mencari solusi terhadap kebutuhan pangan itu sendiri.

“Kita juga menggariskan program prioritas petani dan meningkatkan produktifitas petani. Antara lain yakni, membangun infrastruktur akses-akses sentra-sentra pertanian yang ada di Kota Jambi,” jelas Maulana.

Maulana Peringatkan Pejabat Pemkot Jambi untuk Tak Lagi Main-main

Maulana Launching Aplikasi SIBABA, Ini Fungsinya untuk Pejabat Pemkot Jambi

Ketika Bajir Rob di Kuala Tungkal Jadi Hiburan Anak-anak Nelayan

Kejar Target PBB, Pemkab Batanghari Foto Bangunan Pakai Drone, Hasilnya Mengejutkan

Kemudian membantu penerapan teknologi tepat guna, sehingga dibutuhkan adanya peneliti yang dapat memberikan penyuluhan kepada para petani.

“Kita tahu lahan di Kota Jambi sangat sempit, sehingga memang perlu teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktifitas petani,” ujarnya.

Selain itu, memberikan bantuan akses permodalan dan peralatan kepada para petani.

“Ya kita juga telah memberikan bantuan traktor dan lain-lain kepada para petani. Supaya produktifitasnya meningkat. Selain itu, menyediakan marketing yang sesungguhnya di Kota Jambi,” jelas Maulana.

Maulana juga menyebutkan, aktivitas masyarakat pada siang hari begitu padat hingga mencapai 1,2 juta manusia. Sementara pada pagi dan malam hari berkisar 700 ribuan. Maka dari itu, perlu kiranya untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di Kota Jambi.

“Jadi mereka (warga,red) inikan belanja, makan, beraktivitasnya di Jambi. Bayangkan saja, kita saat ini hanya mampu meyuplai sekitar 20 persen. Sisanya kita dari daerah lain, temu lapangan inilah memotivasi beberapa keinginan petani, penyuluh dan peneliti untuk bisa memformulasikan kebijakan di tahun 2020,” jelasnya.

Kurangnya lahan pertanian di Kota Jambi turut dibenarkan oleh Plt Kadis Pertaninan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi, Erwansyah. Ia menyebutkan saat ini lahan pertanian di Kota Jambi berkisar 800 hekatare, menurun dari tahun sebelumnya sekitara 970 hektare.

“Tidak bisa menghindar, hanya mengimbau. Sebab lahan ini, lahan pribadi. Selain itu juga kebutuhan pengembang atas kebutuhan masyarakat terhadap perumahan tidak bisa kita bendung,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved