Maulana Launching Aplikasi SIBABA, Ini Fungsinya untuk Pejabat Pemkot Jambi

Wakil Wali Kota Jambi Maulana melaunching aplikasi SIBABA (Sistem analis Jabatan dan Beban Kerja) di aula Bappeda Kota Jambi, Kamis (27/11).

Maulana Launching Aplikasi SIBABA, Ini Fungsinya untuk Pejabat Pemkot Jambi
Tribunjambi/Rohmayana
Wakil Wali Kota Jambi Maulana Saat Melaunching Aplikasi SIBABA. 

Maulana Launching Aplikasi SIBABA, Ini Fungsinya untuk Pejabat Pemkot Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Wakil Wali Kota Jambi Maulana melaunching aplikasi SIBABA (Sistem analis Jabatan dan Beban Kerja) di aula Bappeda Kota Jambi, Kamis (27/11). Aplikasi tersebut dibuat oleh Bagian Organiasi sekretariat Daerah Kota Jambi yang dapat digunakan untuk membantu proses penyusunan alalisis jabatan, evaluasi jabatan dan analisis beban kerjasama.

Kepala bagian organisasi Suhendri mengatakan bahwa aplikasi SIBABA ini akan dilakukan dua tahapan. Pertama yakni launching dan yang kedua akan dilakukan sosialisasi selama 3 bulan guna pemantapan aplikasi.

“Sementara seluruh peserta launching yakni seluruh Kasubag kepegawaian Jabatan fungsional umum, yang nantinya diharapkan dapat memakai aplikasi tersebut,” sebutnya.

Nilai APBD Muarojambi 2020 Fantastis, Bupati Masnah Sampaikan Terima Kasih ke Dewan

Kejar Target PBB, Pemkab Batanghari Foto Bangunan Pakai Drone, Hasilnya Mengejutkan

Belum Final, BKPSDMD Tanjab Timur Masih Tunggu Berkas CPNS

KPK Pastikan 6 Orang Lagi Bakal Menyusul Supardi Cs ke Jambi

Menurutnya aplikasi ini merupakan jalan keluar bagi setiap OPD terutama Kasubag kepegawaian dalam menyusun laporan. Dikatakannya bahwa SIBABA dibuat berbasis website sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Dijelaskannya bahwa SIBABA dapat diakses melalui www.sibaba.jambi.go.id.

“Nantinya dengan aplikasi ini dapat memudahkan setiap OPD dalam menyusun dokumen analisis jabatan (AnJab), analisis beban kerja (ABK), serta evaluasi jabatan (Evjab) dengan mudah cepat, efektif dan efisien. Karena terdapat Fitur peta jabatan yang menampilkan struktur jabatan di setiap OPD sesuai dengan data jabatan yang dihimpun oleh masing-masing pengguna,” jelasnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi sistem yang sudah ada. Namun baginya sebaik apapun sistem ini dibangun tapi jika tidak digunakan dengan optimal dan user tidak dapat memahami cara menggunakannya maka hal ini akan sia-sia.

“Sehingga Monitoring dan evaluasi harus terus dilakukan, sehingga aplikasi ini nantinya dapat digunakan dengan optimal,” kata Maulana.

Menurutnya masing-masing OPD melalui penangungjawab yang sudah ditunjuk harus menginput struktur organisasi serta beban kerja. Karena bagi Maulana setiap OPD memiliki beban kerja yang berbeda-beda.

“Nanti lewat sistem ini akan terlihat mana OPD yang beban kerjanya lebih berat, maka akan dianalisa sehingga TPP nya bisa lebih tinggi dibandingkan yang beban kerjanya sedikit,” sebutnya.

Selama masa sosialisasi pihaknya hanya akan memberikan sanksi bagi OPD yang belum menggunakan sistem SIBABA. Namun menurutnya kerugian akan dialami OPD yang bersangkutan jika tidak menginput beban kerja di sistem SIBABA.

“Kalau tidak diinput, nanti dari mana kita bisa lihat beban kerja dan analisis kerja OPD yang bersangkutan,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved