PDIP dan PPP Tolak Pembangunan Fly Over Jambi, Minta Anggaran Rp198 M untuk Infrastruktur Daerah

Sejumlah Fraksi di DPRD Provinsi Jambi masih menyatakan menolak pembangunan Fly Over di Kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi.

PDIP dan PPP Tolak Pembangunan Fly Over Jambi, Minta Anggaran Rp198 M untuk Infrastruktur Daerah
Tribunjambi/Zulkifli
Evi Suherman Ketua Fraksi PPP Berkarya DPRD Provinsi Jambi. 

PDIP dan PPP Tolak Pembangunan Fly Over Jambi, Minta Anggaran Rp198 M untuk Infrastruktur Daerah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah Fraksi di DPRD Provinsi Jambi masih menyatakan menolak pembangunan Fly Over di Kawasan Simpang Mayang, Kota Jambi. Diantaranya Fraksi PDI-P dan PPP.

Kedua Fraksi di DPRD Provinsi Jambi ini turut menyatakan sikap menolak pembangunan yang bakal menelan anggaran Rp 198 miliar tersebut.

"Kita minta pembangunan Fly Over ditunda. Karena banyak hal lain terkait pembangunan tersebut yang menurut saya belum selesai. Di antaranya, rekayasa lalulintas," kata Akmaludin Anggota Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Jambi Kepada Tribunjambi.com, Senin (4/11/19).

Tak hanya rekayasa lalin, menurut anggota DPRD Jambi Dapil Batanghari-Muarojambi ini, persoalan pembebasan lahan juga harus turut diselesaikan terlebih dahulu. Pasalnya, sepengetahuan dia, pelebaran jalan di simpang lampu merah tersebut sampai detik ini belum selesai.

Nasib 38 Pegawai K2 Tak Jelas Setelah Lulus Seleksi PPPK, Begini Penjelasan BKPSDM Tanjab Barat

Dewan Pengupahan Kota Jambi Masih Kaji Rencana Kenaikan UMK 2020

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Kerinci Anjlok, Dinas Perkebunan Tak Tahu Sebabnya

"Pembangunan ini kan satu tahun anggaran, sementara pembebasan lahan belum selesai. Selain itu pengkajian rekayasa lalin bagaimana? Ini untuk mengurai kemacetan kan, jangan nanti saat dibangun malah justru jadi tambah macet. Sementara kebutuhan mendasar akan perbaikan jalan di daerah-daerah juga masih sangat dibutuhkan masyarakat," pungkas dia.

Hal Senada juga diungkapkan Ketua Fraksi PPP-Berkarya Evi Suherman juga mengemukakan pendapat serupa. Ia turut meminta pembangunan fly over ini ditunda dan dialihkan ke pembangunan ataupun perbaikan infrastruktur jalan di daerah.

"Anggarannya cukup besar Rp198 milliar. Hanya tertumpu untuk pembangunan fly over. Kami minta ditunda dan dialihkan ke pembangunan di daerah. Karena di 11 Kabupaten/Kota masih sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur," kata Evi Suherman.

Dia mencontohkan, seperti ruas jalan Ness-Batanghari, Batang Asai-Pelawan, daerah Suak Kandis dan beberapa ruas jalan provinsi lainnya yang membutuhkan perhatian.

"Artinya kita minta lebih diutamakan jalan-jalan tersebut dulu. Jangan sampai tertumpu di satu tempat sementara daerah masih sangat butuh," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved