Breaking News:

Nasib 38 Pegawai K2 Tak Jelas Setelah Lulus Seleksi PPPK, Begini Penjelasan BKPSDM Tanjab Barat

Nasib 38 orang eks honorer kategori II (K2) Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum jelas.

Tribunjambi/Darwin
Bupati Tanjab Barat melantik Pengurus Forum Honorer Tanjab Barat beberapa waktu lalu. 

Nasib 38 Pegawai K2 Tak Jelas Setelah Lulus Seleksi PPPK, Ini Penjelasan BKPSDM Tanjab Barat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Nasib 38 orang eks honorer kategori II (K2) Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum jelas. Hingga kini mereka belum menerima Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Kemenpan RB.

Padahal, puluhan honorer tersebut sudah dipastikan lulus seleksi Pegawai Pemerintah, dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang diumumkan pada awal Maret 2019 lalu.

Ketua K2 Tanjabbar Erham mengatakan, kegelisahan para pegawai K2 kini mulai nampak, lantaran banyaknya aduan dan keluhan dari anggotanya baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Bukan hanya di Tanjabbar, 120 Kabupaten yang mengelar Tes PPPK juga terkendala. Saya harap seluruh pegawai K2 Tanjabbar untuk bersabar," ujarnya.

Kata Erham, informasi dari ketua K2 pusat, keterlambatan Kemenpan lantaran masih ada kabupaten yang belum menyerahkan berkas kelulusan tes PPPKnya.

Dewan Pengupahan Kota Jambi Masih Kaji Rencana Kenaikan UMK 2020

Begini Tanggapan Kadinkes Jambi Setelah Program Wajib Kerja Dokter Spesialis Dihentikan

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Kerinci Anjlok, Dinas Perkebunan Tak Tahu Sebabnya

"Untuk Tanjab Barat sudah mengirim hasil tes untuk pertama kali. Jadi posisi kita aman, hanya tinggal menunggu waktu. Paling lambat tahun 2020, jika tidak keluar maka kita akan mengelar aksi demo," tegas Erham.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanjabbar, Encep Jarkasih menyebut memang masih ada beberapa kabupaten yang belum menyerahkan hasil tes.

"Informasi terakhir hanya mengusulkan usulan kesiapan Pemda terkait gajian yang bersangkutan, sekaligus itu nanti untuk bahan keputusan dan kebijakan pemerintah pusat melalui Kemenpan RB," ujarnya.

Sedangkan untuk gaji peserta yang lulus PPPK masih honor lama, itu kata Encep masih dari instansi mereka masing-masing.

"Karena status mereka sekarang kan belum resmi PPPK, kalau sudah mendapatkan NIP nanti baru resmi berarti sudah sama dengan ASN," ungkapnya.

Diketahui, Kabupatan Tanjabbar merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang menerima pengadaan PPPK waktu itu, yang mendaftar untuk mengikuti seleksi 85 orang, sedangkan empatnya tidak menyerahkan berkas serta beberapa orang yang yang tidak memenuhi persyaratan.

Sehingga dinyatakan sebanyak 72 orang lulus berkas, dan dari 72 tersebut sebanyak 38 orang yang dipastikan lulus seleksi. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved