Dewan Pengupahan Kota Jambi Masih Kaji Rencana Kenaikan UMK 2020

Rencana kajian ulang terhadap Upah Minimum Kota Jambi 2020, sepertinya sangat serius dilakukannya pembahasan oleh dewan pengupahan Kota Jambi.

Dewan Pengupahan Kota Jambi Masih Kaji Rencana Kenaikan UMK 2020
Kompas.com
Ilustrasi 

Dewan Pengupahan Kota Jambi Masih Kaji Rencana Kenaikan UMK 2020

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Rencana kajian ulang terhadap Upah Minimum Kota Jambi 2020, sepertinya sangat serius dilakukannya pembahasan oleh dewan pengupahan Kota Jambi. Sebagaimana diketahui, UMK Kota Jambi cukup besar dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi, sekitar Rp 2,6 juta.

Ketua Dewan Pengupahan Kota Jambi, Erwansyah ketika ditanyai perkembangan perihal pembahasan kenaikan UMK Jambi, saat ini masih tahap evaluasi oleh pihaknya. “Masih kita evaluasi ini. Belum fix, kemungkinan akhir November baru clear. Doakan saja,” sebutnya.

Kendati begitu, memang Erwansyah belum dapat memastikan berapa persen, jika nantinya terjadi kenaikan terhadap UMK Jambi.

“Kita tidak bisa menyebutkan secara gamblang berapa persen. Prosesnya ini akan melalui sidang juga, selain itu kita perlu ketahui ada beberapa unsur yang ada di dalam proses ini yakni, unsur akademis, unsur harga barang, dan hal lainnya yang menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Begini Tanggapan Kadinkes Jambi Setelah Program Wajib Kerja Dokter Spesialis Dihentikan

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Kerinci Anjlok, Dinas Perkebunan Tak Tahu Sebabnya

Waspada, 7 Daerah di Jambi Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang Saat Malam dan Dini Hari

Lanjutnya, jika nantinya semua proses berjalan lancar dan sudah diketahui berapa persen kenaikan terhadap UMK Jambi, maka pihaknya juga akan menyurtai gubernur Jambi sebagai penetapan UMK Jambi.

“Kalau sudah ada kesepakatan dalam pembahasan tentu akan kita surati, agar nanti ada surat keputusan terkait UMK ini,” katanya.

Memang dikatakan Erwansya, jika melihat UMK Jambi 2 tahun belakangan, saat ini sudah terjadi kenaikan. Meski tidak begitu besar.

“Yang menjadi pertimbangan kenaikan itu, ya seperti harga sembako. Kemungkinan nanti Desember akan selesai ini, dan ada keputusannya.” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha usai mengukuhkan Dewan Pengupahan Kota Jambi periode 2019-2021, menyebutkan akan terjadi kenaikan terhadap UMK Jambi. Hanya saja, dia tidak dapat memprediksi berapa besaran kenaikan UMK untuk tahun 2020 mendatang.

"Pastinya ada kenaikan, yang jelas prinsipnya ada kenaikan tapi tidak memberatkan pelaku usaha yang berujung pailit," ujarnya.

Hadirnya dewan pengupahan lanjut Fasha, tak lain adalah lembaga non struktural yang bersifat tripartit yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah dalam rangka perumusan kebijakan pengupahan dan pengembangan sistem pengupahan di suatu daerah.

"Nantinya dewan pengupahan ini akan bertugas memberikan saran pertimbangan dan merumuskan berbagai kebijakan di bidang pengupahan seperti upah minimum regional dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekerja dan pengusaha," sebutnya.

Mobil Curian Mogok Saat Dibawa Kabur, Warga Kerinci dan Bungo Ditangkap Ketika Mau Kabur

Penyaluran BPNT di Sarolangun Masih Tunggu Alat EDC

Andi Lihat Deni Saat Terjadi Kerusuhan di PT WKS, 9 Terdakwa Anggota SMB Bantah Ada Penyerangan

Selain itu juga, Fasha berpesan kepada deawan pengulahan agar membuat formulasi upah minimun yang tidak memberatkan perusahaan maupaun merugikan karyawan.

"Ini yang harus benar-benar dirumuskan oleh dewan pengupahan. Jika memang belum ada contohnya, kita yang kasih contoh daerah lain. Jadi tidak copy paste regulasi," pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved