Penyaluran BPNT di Sarolangun Masih Tunggu Alat EDC

Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT).

Penyaluran BPNT di Sarolangun Masih Tunggu Alat EDC
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Penyaluran BPNT di Sarolangun Masih Tunggu Alat EDC. 

Penyaluran BPNT di Sarolangun Masih Tunggu Alat EDC

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Transformasi bantuan rastra ke program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang merupakan program bantuan melalui elektrik ini akan segera terealisasi.

Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) yang merupakan program dari kementrian sosial.

Namun, untuk menunjang keberhasilan dari pada program BPNT tersebut harus tersedia mesin Elektronik Data Capture (EDC). Mesin itu sesuai instruksi pusat diperoleh dari pihak perbankan yang menjadi pihak yang bekerja sama dalam program tersebut.

Kepala Dinas Sosial Juddin mengatakan bahwa saat ini belum semua e-warung yang ditentukan menerima mesin EDC tersebut, baru sebagian yang sudah tersalurkan.

"BPNT sekarang lagi menunggu, kita sudah didatangi oleh pihak bulog, kita sedang menunggu pihak Bank BRI. Karena sebagian mesin itu belum disalurkan kepada pihak e-warung yang ada di kecamatan dalam wilayah Sarolangun," katanya.

Warga Bungo Tanjung Geger Temukan Mayat Hangus Terbakar di Kebun Sawit, Diduga Korban Pembunuhan

2020 Bangunan di Muarojambi Wajib Penuhi SLF, Ini Sanksinya Jika Diabaikan

Olah Sampah Plastik Jadi Kerajinan, DLH Sarolangun Optimis Raih Adipura Tahun 2019

Katanya, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak bank agar mesin tersebut dapat disalurkan sehingga penyaluran program BPNT ini dapat berjalan dengan baik kedepannya.

"Maka kita lakukan koordinasi tadi agar mesin tersebut segera disalurkan. Karena dalam waktu dekat ini kita akan laksanakan penyaluran BPNT kepada masyarakat," katanya.

Selain itu, katanya setelah adanya mesin tersebut dan kartu penerima program BPNT ini barulah masyarakat yang kurang mampu selaku keluarga penerima manfaat (KPM) dapat memproses bantuan tersebut.

"Kita imbau nanti bagi yang sudah merasa dirinya mampu, ya mohon dengan sendirinya keluar dari penerima program BPNT ini, karena ini hak orang yang mampu," katanya. 

Katanya, mengingat kuota hanya 15 ribuan, pihaknya masih akan menyeleksi dan mengoreksi lagi mana berhak mendapatkan program BPNT agar penerima tetap sasaran.

"Kita godok lagi, yang mampu dia akan gugur, kita ingin data lebih falid dan tetap sasaran," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved