Polisi Ungkap Pembunuhan Yani, Korban Tewas Dipukul Pakai Gilingan Setelah Mengaku Menikah

Polresta Jambi hari ini Senin (7/10) melakukan rekontruksi kasus pembunuhan yang menimpa Yani (54) warga Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat.

Polisi Ungkap Pembunuhan Yani, Korban Tewas Dipukul Pakai Gilingan Setelah Mengaku Menikah
Tribunjambi/Fadly
Rekontruksi kasus pembunuhan yang menimpa Yani (54) warga Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat. 

Polisi Ungkap Pembunuhan Yani, Korban Tewas Dipukul Pakai Gilingan Setelah Mengaku Menikah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Polresta Jambi hari ini Senin (7/10) melakukan rekontruksi kasus pembunuhan yang menimpa Yani (54) warga Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat.

Rekontruksi tersebut dilakukan di kamar kos korban, di kawasan RT 22, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo. Saat itu, ketiga anak dan adik kandung korban langsung meneteskan air mata ketika melihat pelaku baru saja tiba di lokasi kejadian.

Digambarkan, pada adegan pertama, Kamis (6/6) lalu sekira pukul 21.00 WIB bermula tersangka dan korban hendak tidur. Saat itu korban bercerita kepada pelaku bahwa dirinya telah menikah lagi. Mendengar cerita tersebut, keduanya langsung cek-cok.

Di adegan ke dua, Minggu (9/6) lalu sekira pukul 21.00 WIB saat korban sedang melipat pakaian, Widodo meminta uang. Namun, korban tak ingin memberikannya hingga kembali terjadi cek-cok.

Baca: Arif Ditangkap Polisi Saat Kabur ke Batam, Bunuh Sepupu Gara-gara Celana

Baca: Fachrori Minta Pengurus DPW NasDem Evaluasi Panitia Penjaringan, Benarkah Karena Tersinggung?

Baca: Pajabat Malas, Sekda Muaro Jambi Minta Kominfo Buka Absen Elektronik

Selanjutnya, di adegan ketiga hingga ke lima, Widodo langsung emosi dan keluar kamar untuk membuang air kecil di WC, setelah keluar dari WC, Widodo melihat batu giling yang tergeletak di bawah meja dapur lalu diambilnya dan kemudian kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa batu giling.

Aksi penganiayaan pun terjadi pada adegan ke enam hingga ke delapan dengan memukul kepala bagian kiri korban dengan batu giling hingga korban terjatuh dalam keadaan terlentang.

"Dia masih merintih pak, jadi saya ambil lakban untuk menutup mulutnya," kata Widodo kepada petugas.

Selanjutnya, di adegan sembilan dan sepuluh pelaku menemukan lakban di dalam kotak bekas speker, lalu menutup mulut korban. Pada adegan sebelas dan dua belas, rupanya korban masih bergerak dan memberontak. Hingga akhirnya, Widodo kembali mengambil batu giling yang di letakkan di sebelah korban lalu dipukulkan ke kepala bagian kiri korban sebanyak tiga kali.

Tak cukup sampai di situ saja, pada adegan ke tiga belas hingga tujuh belas, Widodo melihat korban masih bergerak dan spontanitas langsung membekapnya menggunakan bantal di bagian muka. Hingga akhirnya Yani tewas.

Halaman
12
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved