BPOM Jambi Imbau Produk Obat Asam Lambung Ranitidine Ditarik dari Peredaran, Ini Bahayanya

BPOM Provinsi Jambi turut melakukan himbauan untuk penarikan kembali (recall) terhadap produk obat asam lambung Ranitidine.

BPOM Jambi Imbau Produk Obat Asam Lambung Ranitidine Ditarik dari Peredaran, Ini Bahayanya
Instagram @medical.account
Ilustrasi Ranitidin 

BPOM Jambi Imbau Produk Obat Asam Lambung Ranitidine Ditarik dari Peredaran, Ini Bahayanya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi turut melakukan himbauan untuk penarikan kembali (recall) terhadap produk obat asam lambung Ranitidine.

Hal itu berkaitan dengan adanya informasi cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidine sebagaimana disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) pada 13 September lalu.

Kepala BPOM Provinsi Jambi Antoni Asdi melalui Kasi Penindakan Rahmat Hidayat saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa Ranitidine adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

"Sejenis obat maag yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Hanya ditempat tertentu seperti rumah sakit, apotik karena termasuk kategori obat keras," ujarnya, Senin (7/10/2019).

Baca: Atasi Masalah Sampah, DLH Kota Jambi Ajukan Compactor

Baca: Pembanguan Fly Over Simpang Mayang, Dinas PUPR Minta Bantuan Kejaksaan untuk Pembebasan Lahan

Baca: Realisasi APBD Merangin Belum Capai Target, Sekda Minta Kualitas Bukan Kuantitas

Rahmat mengatakan, berdasarkan studi global, memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), dan bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

"Terbentuk secara alami adanya reaksi kimia yang dapat membahayakan tubuh. Namun jika lebih dari ambang batas (96 ng/hari) itu untuk dilakukan pemberhentian produksi dan penarikan," jelasnya.

Sejauh ini, di Jambi sendiri pihak BPOM sudah mengimbau untuk penarikan itu. "Seluruh apoteker, dokter-dokter di Jambi sudah pada tahu, dan kami cek distributornya sedang proses penarikan dengan jumlah besarannya belum bisa ditotalkan. Karena memang informasi pusat baru beredar dalam beberapa hari ini," tuturnya.

Sementara itu, untuk antisipasi penggantian obat jenis ranitidine, Rahmat mengatakan yang jelasnya, pihak kesehatan Indonesia tentu sudah ada melakukan pembahasan pengganti obat tersebut.

"Pastinya dokter-dokter Indonesia sudah ada pertemuan pembahasan antisipasinya. Kalau sekarang baru sebatas ini (penarikan,red). Nanti akan diinformasikan lagi jika ada himbauan-himbauan terbaru," katanya.

Sedangkan bagi masyarakat yang tengah melakukan pengobatan ranitidine atau memerlukan informasi lebih lanjut, Rahmat menyarankan untuk dapat berkonsultasi dengan dokter yang bersangkutan maupun apoteker dan tenaga kesehatan lainnya.

"Tidak melakukan obat itu lagi dan dialihkan ke obat-obat pengganti lainnya," katanya.

Untuk diketahui, berikut daftar obat mengandung ranitidine yang ditarik dari pasaran yakni Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan nomor bets produk beredar 95486 160 s/d 190, 06486 001 s/d 008, 16486 001 s/d 051, 26486 001 s/d 018. Pemegang izin edar: PT Phapros Tbk.

Baca: Sempat Beri Kritikan, Supendi Apresiasi Pengelolaan Dana Desa di Muaro Jambi

Baca: Optimis Dapat Dukungan, Cek Endra Ambil Formulir Penjaringan di Tiga Parpol

Baca: Pilkada Batanghari Dimulai 26 Oktober, Berikut Jadwal Tahapannya

Sedangkan penarikan sukarela berupa Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan nomor bets produk beredar GP4Y, JG9Y, XF6E. Pemegang izin edar PT Glaxo Wellcome Indonesia. Lalu Rinadin Sirup 75 mg/5mL dengan nomor bets produk beredar 0400518001, 0400718001, 0400818001. Pemegang izin edar PT Global Multi Pharmalab.

Kemudian, Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL dengan nomor bets produk beredar BF 12I008. Pemegang izin edar PT Indofarma. Dan Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL nomor bets produk beredar BF17I 009 s/d 021, Pemegang izin edar PT Indofarma.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved