Breaking News:

Atasi Masalah Sampah, DLH Kota Jambi Ajukan Compactor

Terdapat puluhan angkutan sampah yang bertugas untuk mengangkut sampah yang ada di Kota Jambi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rohmayana
Tampak petugas DLH Kota Jambi sedang mengangkut sampah. 

Atasi Masalah Sampah, DLH Kota Jambi Ajukan Compactor

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Terhitung Januari 2019 lalu, tanggung jawab pemakaian dan pemeliharaan mobil angkutan sampah berpindah dari Dinas PUPR Kota Jambi ke Dinas LH Kota Jambi. Saat ini terdapat puluhan angkutan sampah yang bertugas untuk mengangkut sampah yang ada di Kota Jambi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Adapun rincian angkutan sampah tersebut terdiri dari, 36 armada dump truk, 13 amroll kontainer, 40 unit kontainer sampah, dan 12 mobil patroli sampah. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Hakiki selaku Kabid Mobilisasi Sampah DLH Kota Jambi, saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (7/10).

“Memang tahun ini kita tidak ada penambahan armada. Ya kalau dibilang kurang, memang kurang. Tapi tetap kami upayakan sampah-sampah di Kota Jambi,” jelasnya.

Baca: Pembanguan Fly Over Simpang Mayang, Dinas PUPR Minta Bantuan Kejaksaan untuk Pembebasan Lahan

Baca: Sempat Beri Kritikan, Supendi Apresiasi Pengelolaan Dana Desa di Muaro Jambi

Baca: Realisasi APBD Merangin Belum Capai Target, Sekda Minta Kualitas Bukan Kuantitas

Sementara itu, pada tahun 2020 mendatang, pihaknya telah mengusulkan satu compactor yang akan dipergunakan untuk mengepres jumlah sampah.

“Jadi ini nanti dari pihak ketiga. Harga mobil itu saja bekisar Rp 1 miliar, dengan adanya mobil ini nanti bisa mengurangi volume sampah. Sebab dia akan di pres menjadi kota-kotak sampah,” bebernya.

Terkait angkutan sampah yang ada, kondisinya cukup bagus dan masih bisa digunakan. Hanya saja kondisi kontainer ada beberapa yang membutuhkan perbaikan.

“Saya mencoba merevitalisasi seluruhnya. Banyak kontainer yang sudah usang termakan waktu. Ada yang keropos, selain itu juga ada dari masyarakat yang belum paham. Masih ada yang bakar sampah di kontainer.” Kata Hakiki.

Revitalisasi ini, lanjut Hakiki salah satunya dengan cara mengganti plat kontainer yang sudah keropos. Ini lebih didahulukan karena dananya cukup ringan. Sementara terkait, tulang kontainer yang sudah rusak akan dilihat terlebih dahulu kondisinya.

“Kalau tulangnya inikan besi padat, kita lihat dulu mana yang masih bisa diperbaiki akan kita perbaiki. Kalau tidak akan kita jadikan aset. Lumayan itu perbaiki tulangnya bisa capai Rp 40 jutaan,” jelasnya.

Hakiki juga menjelaskan, kontainer sampah ini akan diletakkan di jalan protokol pada jelang malam hari dan akan diangkut pada jam 5 subuh oleh mobil amrol kontainer. Untuk mobil patroli sendiri, bertugas untuk menyisir sampah yang tak terjangkau oleh armada sampah.

Baca: Sarapan Dana Jampersal Kerinci Masih Rendah , Bisa Digunakan Bagi yang Tak Memiliki BPJS

Baca: Selain Irish Bella & Ammar Zoni, 6 Artis Ini Juga Pernah Kehilangan Calon Bayi yang akan Dilahirkan

Baca: Ajukan Konsep ke Presiden Jokowi, Gerindra Dikabarkan Incar Kursi Menhan

“Armada sampah ini jam operasional setengah 4 subuh sampai jam 10 pagi. Kemudian jam 4 sore hingga jam 7 malam. Sampahnya ambil di TPS dan dibuang ke TPA,” pungkasnya. (Rohmayana)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved