Pembanguan Fly Over Simpang Mayang, Dinas PUPR Minta Bantuan Kejaksaan untuk Pembebasan Lahan

Pembangunan fly over yang berlokasi di Simpang Mayang Kota Jambi yang disebut-sebut dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi.

Pembanguan Fly Over Simpang Mayang, Dinas PUPR Minta Bantuan Kejaksaan untuk Pembebasan Lahan
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, M Fauzi. 

Pembanguan Fly Over Simpang Mayang, Dinas PUPR Minta Bantuan Kejaksaan untuk Pembebasan Lahan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembangunan fly over yang berlokasi di Simpang Mayang Kota Jambi yang disebut-sebut dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.

Pembangunannya direncanakan akan mulai pada awal 2020 mendatang, untuk saat ini sedang memasuki tahap pembebasan lahan di empat titik. Baik dari arah Tugu Juang maupun arah Simpang Rimbo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, M Fauzi saat dikomfirmasi mengatakan, dalam proses pembebasan lahan tersebut pihaknya juga telah meminta pendampingan hukum kepada pihak Kejaksaan Tinggi.

"Pembangunan Fly over tetap kita persiapkan. Dan untuk pembebasan lahan kita sudah berkoordinasi dengan kejaksaan. Insyaallah kendala itu (pembebasan lahan,red) nantinya dapat diatasi, sehingga pembangunan fly over kedepan tidak ada masalah," tuturnya.

Baca: Sempat Beri Kritikan, Supendi Apresiasi Pengelolaan Dana Desa di Muaro Jambi

Baca: Disbunnak Batanghari Tak Lagi Salurkan Bantuan Sapi ke Peternak, Ada Apa?

Baca: Pilkada Batanghari Dimulai 26 Oktober, Berikut Jadwal Tahapannya

Ditanyakan apabila nantinya ada masyarakat setempat yang tetap tidak mau membebaskan lahannya, Fauzi menyebut maka akan melalui tahap penyelesaian secara hukum. "Tidak bisa kita putuskan, harus secara pendampingan hukum," ujarnya.

Selain itu, dijelaskan Fauzi bahwa selama proses pembangunan fly over itu, ada beberapa rencana rekayasa lalu lintas serta permasalahan-permasalahan potensial yang akan dihadapi pada saat pelaksanaan kontruksi terhadap dampak lingkungannya.

"Potensi masalah diantaranya struktur fly over dibangun dengan menggunakan peralatan berat (crane, excavator, dll) yang menghasilkan emisi gas buang. Dimana emisi gas tersebut berpotensi mencemari udara sekitar proyek. Penyemaran udara tersebut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar, jika terpapar pencemaran udara dalam jangka waktu yang lama," terangnya.

Oleh karenanya, Fauzi menyebutkan untuk rencana penanganannya yakni dengan mengontrol dan meminimalisir dampak pencemaran udara dengan melakukan pengujian kadar polusi udara secara berkala, dan melakukan pebagian masker kepada masyarakat sekitar.

"Dengan terkontrolnya kadar polusi udara, maka masyarakat akan lebih terjaga dari gangguan kesehatan," sampainya.

Untuk diketahui, pembangunan fly over Simpang Mayang sudah diwacanakan sejak beberapa tahun silam. Namun, hingga kini masih belum terlaksana karena beberapa persoalan. Untuk pembangunan di 2020 nanti, direncanakan fly over tersebut akan dibangun sepanjang 389,9 meter dengan lebar 14,5 meter.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved