FENOMENA Buzzer Dibayar Rp 1 Juta Hingga Rp 50 Juta, Moeldoko Pastikan Buzzer Jokowi Tak Dikomandoi
Topik perihal buzzer politik hingga buzzer istana tengah ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini. Selain muncul dari pernyataan Kepala Staf Kepre
TRIBUNJAMBI.COM- Topik perihal buzzer politik hingga buzzer istana tengah ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini. Selain muncul dari pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyebut para buzzer pendukung Presiden Joko Widodo di media sosial tidak dikomando, sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Universitas Oxford, Inggris ikut meramaikan topik buzzer tersebut.
Pasalnya dalam laporan yang bertajuk The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation tersebut megemuka adanya buzzer politik di Indonesia yang dibayar.
Dalam laporan tersebut, buzzer dikategorikan menjadi empat kategori, yaitu minimal cyber troop teams, low cyber troop capacity, medium cyber troop capacity, dan high troop capacity.
Indonesia menempati kategori low cyber troop capacity atau pasukan dengan kapasitas rendah.
Para buzzer tersebut tidak dikontrak secara permanen, dan dibayar Rp 1 juta hingga Rp 50 juta.
Lalu, bagaimana respons pemerintah soal buzzer?
Baca: Cantik! Ini 6 Sosok Tentara Wanita Ini Viral, Siap Meriahkan HUT TNI ke-74
Baca: VIDEO Detik-detik Polisi Tendang Kepala Pengemudi Ojol, Kapolres Langsung Ambil Tindakan Tegas!
Baca: Sebulan, Penderita ISPA di Tanjab Timur Saja Tembus 2.739 Kasus

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pernah menyebut bahwa buzzer pendukung Presiden Joko Widodo yang tersebar di media sosial tidak dibayar.
Hal itu sebagaimana diberitakan Kompas.com (3/10/2019)
Menurut dia, buzzer-buzzer tersebut merupakan relawan dan pendukung setia Presiden Jokowi ketika gelaran Pilpres 2014 hingga 2019 kemarin.
Ia membantah bila ada pihak yang menuding bahwa Kantor Staf Kepresidenan yang dipimpinnya menjadi pemimpin para buzzer dari Jokowi.
Tak hanya itu, ia juga sependapat bila buzzer semua pihak di media sosial agar ditertibkan.
Baca: Nyaris Dicumbu Teman Suami, Wanita Ini Lolos Gara-gara Pakaian Dalamnya Hendak Dibuka
Baca: Gara-gara Kelakuan Asisten Pribadinya Nia Ramadhani Minta Maaf ke Raffi Ahmad
Baca: Koalisi Jokowi: Perppu, Apa Perlu? Nilai Saat Ini Negara Tak Genting
Moeldoko sebut Presiden Jokowi tak butuh dukungan destruktif
Selain menyebut buzzer Jokowi tak dikomando, Moeldoko juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak membutuhkan dukungan yang destruktif oleh para buzzer-nya pada Jumat (4/10/2019).
Menurut dia, dalam situasi saat ini tidak diperlukan lagi buzzer-buzzer-an, namun yang diperlukan adalah dukungan politik yang lebih membangun.
Moeldoko mengamati bahwa selama ini buzzer Jokowi kerap melemparkan kata-kata yang tak layak didengar dan tidak enak di hati.