FENOMENA Buzzer Dibayar Rp 1 Juta Hingga Rp 50 Juta, Moeldoko Pastikan Buzzer Jokowi Tak Dikomandoi

Topik perihal buzzer politik hingga buzzer istana tengah ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini. Selain muncul dari pernyataan Kepala Staf Kepre

Editor: rida
net
Ilustrasi Buzzer 

Ia juga mengingatkan agar para buzzer tak perlu menyebar kebencian secara berlebihan dengan tokoh yang saat ini bersebrangan dengan pemerintah.

Dibantah Staf Presiden

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Instagram @jokowi)

Mendengar riuhnya persoalan buzzer di masyarakat, staf khusus presiden bidang komunikasi, Aditia Irawati membantah hal tersebut, pada Sabtu (5/10/2019).

Menurut dia, buzzer istana secara resmi tidak pernah ada.

"Buzzer istana ini kan istilah yang diciptakan oleh netizen sendiri. Kita itu secara official kita enggak pernah ada buzzer istana," ujar Adita ditemui di sela gelaran Siberkreasi di Jakarta, Sabtu (5/10/2019), seperti dikutip Antara.

Namun, ia tak membantah bila terdapat sebagian pengguna media sosial yang membentuk suatu blok secara militan untuk mendukung pihak tertentu.

Blok-blok tersebut ada yang bersifat organik, asli manusia bukan mesin, dan ada juga yang bersifat anorganik.

Dengan militansinya tersebut, blok yang bersifat organik dalam tanda kutip membela apa yang menjadi program ataupun keputusan dari pemerintah.

Menurut dia lagi, di antara mereka yang organik, sebagian besar ialah relawan dan biasanya mereka tanpa perlu ada instruksi.

Lebih lanjut, Adita mengimbau agar mereka yang militan untuk menahan diri, karena saat ini yang terpenting adalah bersatu, solid, dan fokus dalam pembangunan.

Baca: Gara-gara Tak Ada Jatah Bini Tua, Suami Tega Usir dan Tendang Wajah Istri Muda

Baca: Gak Kapok-kapok, Suami Dhawiyah Anak Elvy Sukaesih Kembali Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Baca: 5 Aplikasi Kredit HP Online Tak Perlu Kartu Kredit, Tanpa DP Mudah dan Cepat, Hanya Perlu KTP

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menyoal Fenomena Buzzer, dari Pernyataan Moeldoko hingga Bantahan Istana"

Penulis : Dandy Bayu Bramasta
Editor : Sari Hardiyanto

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved