Sebulan, Penderita ISPA di Tanjab Timur Saja Tembus 2.739 Kasus
Hingga September ini jumlah penderita ISPA di tanjabtim tembus angka 2.739 kasus.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
Sebulan, Penderita ISPA di Tanjab Timur Saja Tembus 2.739 Kasus
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Meski kabut asap perlahan mulai menghilang di Tanjab Timur, Dinas Kesehatan Mencatat sepanjang Bulan September angka penderita ISPA mencapai 200 kasus. Minggu (6/10)
Selama Dua bulan lebih masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dikepung asap pekat, tidak hanya pekat bahkan DLH Kabupaten sempat mencatat hingga pertengahan bulan september lalu kualitas udara cenderung kualitas tidak sehat dan berbahaya.
Hal tersebut dapat dibuktikan, dengan kondisi udara hampir setiap hari pekat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
TANGIS Bopak Castello Divonis Idap Penyakit Mematikan, Ustaz Danu Sebut Penyebabnya Akibat Dosa Ini
3 Fakta Video Call Syur Pegawai Bank di Jambi, Dibagi ke 11 Akun Instagram, Foto Si Cantik Tersebar
Cek Daftar Gaji PNS Golongan I hingga IV di Sini Sebelum Daftar CPNS 2019, Dimulai dari Rp1 Jutaan
Meski saat ini asap telah berkurang Dinas Kesehatan mencatat terdapat ribuan penderita ISPA selama September.
Dikatakan Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanjab Timur Jumiati, mengatakan, hingga September ini jumlah penderita ISPA di tanjabtim tembus angka 2.739 kasus.
"Angka 2.739 tersebut bukan angka global, melainkan berdasarkan data pada bulan September saja," ujarnya.
Menurutnya kasus inspeksi saluran pernapasan akut ISPA di kabupaten tanjabtim selama kejadian kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi.
Berdasarkan data yang terhimpun pihaknya selama Agustus hingga September penderita ISPA di Tanjabtim nyaris mencapai 5.000 kasus.
"Karhutla sangat berdampak bagi kesehatan masyarakat tanjabtim, tercatat kasus ISPA di Tanjabtim selama agustus hingga september selalu naik angka nya nyaris tembus lima ribu kasus," bebernya
"Puncak puncaknya pada Dua bulan terakhir Agustus dan September," jelasnya.
Dikatakannya pula, dari dampak ISPA tersebut beberapa keluhan masyarakat umumnya menderita sakit tenggorokan, sesak nafas dan batuk terlebih bagi mereka yang memiliki sensitif atau riwayat gangguan pernapasan seperti asma dan lainnya.
"Dari data yang dirangkum dinas kesehatan di puskesmas yang ada di KabupatenTanjabtim selama periode agustus terjadi 2.208 kasus ISPA, sedangkan di bulan September kembali meningkat menjadi 2.739 kasus rata rata masyarakat mengeluhkan kondisi kesehatan di bagian tenggorokan dan batuk pilek," pungkasnya.
Pantauan tribunjambi.com di lapangan, saat ini kondisi udara di Tanjab Timur jauh lebih membaik dari beberapa hari sebelumnya.