7 Orang Kopassus Dikirim ke Hutan Papua 1969, sebelumnya Ditemukan Kaki Michael Rockfeller Putus
Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin personel RPKAD, Kapten Feisal Tanjung, sebagai komandan tim.
7 Orang Kopassus Dikirim ke Belantara Papua 1969, Sebelumnya Kaki Michael Rockfeller Putus
TRIBUNJAMBI.COM - Kopassus yang saat itu masih bernama RPKAD dikirim ke belantara Papua.
Sebelumnya, peristiwa hilangnya Michael Rockfeller menjadi misteri pada 1960-an.
Putra raja minyak Amerika Serikat yang melakukan ekspedisi ke pedalaman Papua Nugini.
Michael Rockfeller merupakan keluarga dari John D Rockefeller, miliarder pertama dalam sejarah Amerika dan dunia.
Keluarga itu yang mendirikan perusahaan Standard Oil.
Baca Juga
Kopassus Dikirim untuk Serbu Padepokan Dukun Sakti, Mbah Suro Kebal Senjata Akhirnya Ditangkap
Raja Intel Kopassus Bikin Anggotanya Geleng-geleng Kepala, Kerap Rapat Mulai Pukul 23.00 WIB
Misteri dalam Tubuh Sat-81 Kopassus, Istri Sendiri Tak Tahu Suaminya anggota Pasukan Rahasia
RINCIAN Gaji Anggota DPR RI, Bisa Kantongi Rp 50 Juta Lebih Tiap Bulan, Lihat Jenis Tunjangannya
Daftar Urutan Pendaftaran CPNS 2019, Ini Waktu & Bahan Tes Peserta, Siap-siap Bulan Oktober
Sekira dua bulan setelah upaya pencarian, ditemukan sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.
Temuan potongan kaki itu menggegerkan dunia.
Setelah penelitian, berdasar jenis sepatu itu, sepotong kaki itu dikenali sebagai potongan tubuh dari Michael Rockefeller.
Tak butuh waktu lama, kemudian berhembus isu sampai luar negeri bahwa ada suku kanibal di wilayah timur Indonesia.
Beberapa tahun kemudian
Beberapa tahun setelah temuan kaki Michael Rockefeller dan isu suku kanibal berhembus, Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD (sekarang Kopassus) mengirimkan misi ke pedalaman Papua.
Saat itu, hutan di wilayah itu masih sangat liar dan berisiko untuk didatangi, termasuk oleh RPKAD.
Kabar kematian tragis Rockfeller itu menjadi perhatian dunia internasional.