Kasus Diare Meningkat, 22 Orang Dirawat di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi

RSUD Ahmad Ripin beberapa minggu terakhir telah menerima sejumlah pasien yang menderita ISPA dan diare.

Kasus Diare Meningkat, 22 Orang Dirawat di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Fauzan Kepala Bagian TU RSUD Ahmad Ripin, Selasa (24/9). 

Kasus Diare Meningkat, 22 Orang Dirawat di RSUD Ahmad Ripin Muarojambi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin beberapa minggu terakhir telah menerima sejumlah pasien yang menderita ISPA dan diare. Hal ini disampaikan oleh Fauzan Kepala Bagian TU RSUD Ahmad Ripin, Selasa (24/9).

Ia menyebutkan bahwa sejumlah pasien yang masuk ke RSUD Ahmad Ripin dengan keluhan ISPA dan diare di dominasi oleh anak-anak. Selain faktor kabut asap dari Karhutla yang terjadi di Muarojambi, akibat musim kemarau juga menjadi faktornya.

"Memang sekitar tiga minggu ini lah ada meningkat pasien yang berobat ke Rumah sakit ini dengan keluhan ISPA dan diare. Ini di dominasi oleh anak-anak," sebutnya.

Baca: Dinas Kesehatan Beberkan Penyebab Meningkatnya Kasus Diare di Muarojambi

Baca: 13 Ribu Lebih Warga Muarojambi Terserang ISPA Akibat Karhutla

Baca: Pasar Semi Modern Tanjab Timur Mulai Dibangun Tahun Ini, Segini Anggarannya

Baca: Cek Endra Minta Dana Desa Disisihkan untuk Penanggulangan Bencana di Sarolangun

Baca: Bonus Demografi, Mashuri Yakin Ada Peluang untuk Majukan Bungo

Namun, dikatakan Fauzan angka ISPA di RSUD Ahmad Ripin tidak begitu banyak, hal ini karena kebanyakan masyarakat yang menderita ISPA langsung melakukan pengobatan ke Puskesmas. Sementara untuk, diare ada beberapa orang yang sempat dirawat.

"Untuk diare itu ada sekitar 20 orang kita rawat dalam tiga minggu ini. Kalo diare itu kita rawat tiga atau empat hari sudah keluar, artinya tinggal pemulihan lagi," terangnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan pasien ISPA dalam kondisi hamil, Fauzan menyebutkan sampai dengan hari ini belum ada pasien ibu hamil yang datang dengan keluhan ISPA.

"Yang datang ada tapi paling ya itu, mereka cek up kandungan. Tetapi belum ada indikasi kalo juga kena ISPA," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa ketika pihaknya menerima pasien, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan. Pada prinsipnya dikatakan Fauzan bahwa pihaknya siap menerima pasien yang terdiagnosa ISPA.

"Pada prinsipnya RSUD tidak akan pernah menolak selama diagnosisnya terkait ISPA. Ini kita gratiskan karena sesuai intruksi dari Provinsi," katanya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved