13 Ribu Lebih Warga Muarojambi Terserang ISPA Akibat Karhutla

Sebanyak 13.684 orang masyarakat Kabupaten Muarojambi terdampak penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

13 Ribu Lebih Warga Muarojambi Terserang ISPA Akibat Karhutla
tribunjambi/samsul bahri
Kebakaran Hutan dan Lahan sampai dengan saat ini masih terjadi di wilayah Kabupaten Muarojambi, satu di antaranya kebakaran yang terjadi di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Minggu (22/9/2019). TNI, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muarojambi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api turun untuk melakukan pemadaman. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan milik PT Bara Eka Prima. 

13 Ribu Lebih Warga Muarojambi Terserang ISPA Akibat Karhutla

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sebanyak 13.684 orang masyarakat Kabupaten Muarojambi terdampak penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi.

Jumlah tersebut merupakan data yang direkap dari Juni sampai dengan September minggu ke empat. Disampaikan oleh Yes Isman, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi bahwa angka ini fluaktif setiap bulannya.

"Jadi ini tiap bulannya meningkat untuk ISPA ini, untuk wilayah yang paling banyak itu memang di daerah terjadinya kebakaran itu di Kumpeh, Kumpeh ulu dan Kumpeh Ilir," terangnya.

Baca: Kapolres Sarolangun Baru, Cek Endra Singgung Soal Karhutla dan Narkoba

Baca: Aksi Mahasiswa Jambi Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Kaca Kantor DPRD Pecah

Baca: Tutupi Hutang, Dewan Merangin Ramai-ramai Sekolahkan SK

Baca: Posek Jambi Selatan Masih Selidiki Pelaku Pembuangan Bayi di Paal Merah

Berdasarkan data yang ada pada Agustus terdata setidaknya ada 3.321 orang yang terkena ISPA. Angka ini mengalami peningkatan pada September, setidaknya ada sekitar 1.604 orang yang terkena ISPA.

"Di September ini totalnya ada sekitar 4.925 orang. Artinya kalo kita lihat dari data Agustus mengalami kenaikan sekitar 1.604 orang," terangnya.

Untuk September ini, diterangkan oleh Yes Isman setiap minggunya rerata mengalami kenaikan. Pada minggu pertama di September terdata ada 1.263 yang terkena ISPA, kemudian mengalami kenaikan pada minggu kedua dengan jumlah 1.315 orang.

"Pada minggu ke tiga itu ada 1.047 kasus, pada minggu ke empat naik lagi menjadi 1.300 kasus," ucapnya.

Yes Isman mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan, terlebih dengan kondisi Kabut asap dan musim kemarau yang terjadi. Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan menjadi satu upaya agar tercegah dari ISPA.

"Masyarakat memang harus memikirkan untuk menjaga kesehatan, banyak minum air putih, pakai masker kalo keluar ruangan. Kalo memang tidak perlu nian, jangan keluar. Jaga konsumsi air yang di minum juga, apalagi ini juga ada laporan penyakit diare," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved