Cek Endra Minta Dana Desa Disisihkan untuk Penanggulangan Bencana di Sarolangun

Masalah kebencanaan pada musim kemarau yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sarolangun masih terus terjadi.

Cek Endra Minta Dana Desa Disisihkan untuk Penanggulangan Bencana di Sarolangun
Tribunjambi/Wahyu
Bupati Sarolangun meminta agar pemerintah desa sisihkan Dana Desa untuk tanggulangi bencana. 

Cek Endra Minta Dana Desa Disisihkan untuk Penanggulangan Bencana di Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Masalah kebencanaan pada musim kemarau yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sarolangun masih terus terjadi.

Menanggapi hal ini, Bupati Sarolangun Cek Endra sangat serius menyikapi bencana yang terjadi ini.

Kesiagaan harus ada diseluruh pelosok Kabupaten Sarolangun hingga tingkat desa.

Katanya, kita harus bersinergi dan siap siaga bencana termasuk desa.

Hal ini karena ke depan diharapkan mulai dari yang kecil seperti mengatasi bencana tidak menunggu dari pihak kabupaten.

Baca: Kapolres Sarolangun Baru, Cek Endra Singgung Soal Karhutla dan Narkoba

Baca: Pasar Semi Modern Tanjab Timur Mulai Dibangun Tahun Ini, Segini Anggarannya

Baca: 13 Ribu Lebih Warga Muarojambi Terserang ISPA Akibat Karhutla

Baca: Pria ini Kabur Setelah Cabuli Anak Tirinya hingga Hamil, Berhasil Diamankan Setelah 2 Bulan Sembunyi

Baca: Bonus Demografi, Mashuri Yakin Ada Peluang untuk Majukan Bungo

Katanya, salah satunya bisa manfaatkan sebagian dari Dana Desa (DD) untuk penanggulangan bencana seperti kebakaran hutan, serta kebanjiran dan tanah longsor pada musim penghujan nanti.

"Sebenarnya dana tidak banyak, cukup desa yang mengelola dan kami akan suport," katanya.

Lanjutnya, sebenarnya bahwa pihak kecamatan juga tidak memiliki dana untuk operasional yang selalu mengandalkan dan tergantung oleh dinas terkait dan BPBD.

Katanya, bencana adalah kewenangan kita semua, masyarakat yang ada di Sarolangun berkewajiban untuk membantu dengan kebijakan dan kewenangan anggaran yang dimiliki.

"Bencana ini adalah kebijakan kita dan merupakan bagian dari pelayanan masyarakat dan bagian dari otonomi daerah yang harus diterjemahkan ke tingkat desa," katanya (cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved