Berita Kriminal Jambi

Menunggu Hasil Pemeriksaan Penyidik Kejati Jambi, Kasus Auditorium UIN STS Jambi

Menunggu Hasil Pemeriksaan Penyidik Kejati Jambi, Kasus Auditorium UIN STS Jambi

Menunggu Hasil Pemeriksaan Penyidik Kejati Jambi, Kasus Auditorium UIN STS Jambi
Tribun Jambi/Darwin Sijabat
Kampus UIN STS Jambi. Menunggu Hasil Pemeriksaan Penyidik Kejati Jambi, Kasus Auditorium UIN STS Jambi 

Menunggu Hasil Pemeriksaan Penyidik Kejati Jambi, Kasus Auditorium UIN STS Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan korupsi pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifudin, menunggu hasil penyidikan. Hal ini diiyakan Lexy Fatharani, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Jumat (20/9).

"Kita tinggal tunggu hasilnya," ujar Lexy.

Sebelumnya diketahui Rektor UIN Hadri Hasan sempat dipanggil sebagai Pengguna Anggaran (PA). Selain itu juga kontraktor, pengawas dan juga bendahara UIN.

Baca: Dugaan Korupsi Pembanguan Auditorium UIN STS Jambi, Penyidik Kejati Jambi Periksa 4 Orang

Baca: Nasib UU KPK dan RKUHP, Begini Tanggapan Mahasiswa di Jambi

Baca: Kirim 12 Jaksa, Kejati Jambi Tangani 6 Kasus Tanah Pemprov, Ini Lokasinya

Selain itu pembangunan auditorium itu bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018.

PT Lambok Ulina diketahui sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, melalui kontrak lewat surat keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomo.r 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.

Baca: Akhirny Dump Truck Diperbolehkan Isi BBM Solar Bersubsidi di SPBU, Ini Ketentuannya

Baca: Menang Jangan Sombong, Kalah Jangan Marah, Jelang Pilkades Serentak di Tanjabbar, Ini Harapan Sekda

Baca: 5 Warga Antar Jenazah ke Klaten Pakai Ambulans, Alami Kecelakaan Hebat, Semuanya Meninggal Dunia

Selain itu pembangunan auditorium ini masuk pemantauan tim TP4D (Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan) tahun 2018. Namun, Anggaran cari 20% dan pengerjaan hanya 12 sampai 13 persen.

Tim TP4D Mundur. Karena tahapan wajib tidak sesuai dan banyak perubahan dalam pengerjaan. Juli 2019 pemeriksaan penyimpangan pembangunan dimulai.

Menunggu Hasil Pemeriksaan Penyidik Kejati Jambi, Kasus Auditorium UIN STS Jambi (Jaka HB/Tribunjambi.com)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved