Berita Kriminal Jambi

Dugaan Korupsi Pembanguan Auditorium UIN STS Jambi, Penyidik Kejati Jambi Periksa 4 Orang

Dugaan Korupsi Pembanguan Auditorium UIN STS Jambi, Penyidik Kejati Jambi Periksa 4 Orang

Dugaan Korupsi Pembanguan Auditorium UIN STS Jambi, Penyidik Kejati Jambi Periksa 4 Orang
Tribunjambi/Jaka
Hadri Hasan, Rektor UIN STS Jambi bungkam keluar dari ruang penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi, pada Rabu (21/8) lalu. 

Dugaan Korupsi Pembanguan Auditorium UIN STS Jambi, Penyidik Kejati Jambi Periksa 4 Orang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, kembali memeriksa empat orang saksi, terkait kasus dugaan korupsi pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Jambi, Senin (16/9/2019).

"Terkait perannya kami belum bisa menyampaikan lebih jauh," kata Lexy Fatharani, Kasi Penerangan Hukum, Kejati Jambi.

Menurutnya, informasi dari penyidik empat orang tersebut punya alasan sendiri untuk diperiksa.

Baca: Kirim 12 Jaksa, Kejati Jambi Tangani 6 Kasus Tanah Pemprov, Ini Lokasinya

Baca: Tiga Kontraktor Diperiksa Kejati Terkait Korupsi Auditorium IAIN STS Jambi

Baca: Sempat Putus Sekolah Karena Faktor Ekonomi, Riska Akhirnya Bisa Lanjutkan Pendidikan ke Jenjang SMP

"Karena merujuk pada keterangan-keterangan sebelumnya. Akan kita cari tahu apakah ada hubungannya," ungkap Lexy.

Lexy mengatakan belum bisa memastikan kapan mengumumkan tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelumnya diketahui pembangunan auditorium UIN STS Jambi bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018.

Baca: Kecelakaan Maut Bus Rosalia Indah dan Mobil Tangki di Way Kanan, Lampung, 9 Orang Tewas!

Baca: Sempat Putus Sekolah Karena Faktor Ekonomi, Riska Akhirnya Bisa Lanjutkan Pendidikan ke Jenjang SMP

Baca: Gara-gara Kabut Asap Sampai Negeri Tetangga, Indonesia Kembali Jadi Sorotan Media Internasional

PT Lambok Ulina diketahui sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, melalui kontrak lewat surat keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomo.r 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.

Selain itu pembangunan auditorium ini masuk pemantauan tim TP4D (Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan) tahun 2018. Namun, Anggaran cari 20% dan pengerjaan hanya 12 sampai 13 persen.

Tim TP4D mundur, karena tahapan wajib tidak sesuai dan banyak perubahan dalam pengerjaan. Juli 2019, pemeriksaan penyimpangan pembangunan dimulai.

Dugaan Korupsi Pembanguan Auditorium UIN STS Jambi, Penyidik Kejati Jambi Periksa 4 Orang

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved