Gara-gara Rebutan Wanita Siswa SMA Duel Hingga Tewas, 80 Siswa Lain Hanya Merekam, Kok Bisa?
Peristiwa perkelahian itu diduga karena masalah rebutan wanita hingga akhirnya berujung maut
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang siswa SMA tewas selama perkelahian setelah jam sekolah.
Perkelahian berujung maut itu diduga karena masalah rebutan wanita.
Sayangnya dari siswa SMA lainnya yang melihat kejadian itu tak ada yang melerai atau memberikan pertolongan.
Baca: Dipaksa Orang Tua Buat Mengemis, Bocah 9 Tahun Disiksa dan Diikat Rantai Besi Jika Gagal Bawa Uang!
Baca: Kabut Asap Kian Tebal di Muarojambi, Pengendara Mulai Nyalakan Lampu Kendaraan
Baca: BMKG Laporkan Gempa Bumi 5,6 SR Guncang Tuban, Ini yang Harus Dilakukan Saat Gempa!
Dikabarkan pada saat kejadian terdapat 80 anak-anak SMA di lokasi kejadian tersebut.
Namun tidak ada yang menolong, malah merekam video insiden fatal tersebut, dan membagikannya ke sosial media.
Haseen Morris, 16, telah meninggal setelah ditikam saat perkelahian. (Mail Online)
Khaseen Morris (16), menderita luka fatal setelah diserang oleh anak lain ketika dia pulang sekolah dengan teman-temannya pada hari Senin (16/9/2019), di Oceanside, New York, AS.
Melansir dari Mail Online via Suar.id pada (19/9/2019), Kepolisian Nassau dipanggil ke tempat kejadian di luar Pizzeria and Restaurant Mario pukul 15:45 setelah pertarungan besar antara 10 laki-laki terjadi.
Cuplikan dari adegan mengejutkan menunjukkan Morris dilemparkan ke tanah dan ditusuk dengan pisau ke dadanya.
Serangan itu terjadi di dekat restoran pizza yang dikenal sebagai tempat nongkrong sepulang sekolah yang populer untuk siswa SMA Oceanside.
Tidak ada satu orang pun yang membantu dalam serangan brutal itu, dan juga tidak terlihat orang yang menolongnya ke rumah sakit.
Baca: Aksi Demo Karhutla Mahasiswa Unbari Bergesekan dengan Aparat Kepolisian
Baca: Ngopi Bareng Bersama Media, BPS Ajak Gaungkan Sensus Penduduk 2020
Baca: Hasil China Open 2019, Wakil Indonesia Marcus/Kevin Tuntaskan Balas Dendam ke Ganda Korea Selatan
Perkelahian itu terjadi karena Khaseen pulang dengan seorang gadis setelah pesta sekolahan.
Mantan dari perempuan tersebut mengetahui hal ini dan cemburu membakar kemarahannya.
Detektif Kepolisian Kabupaten Nassau, Letnan Stephen Fitzpatrick, mengatakan pada konferensi pers, "Mereka lebih suka merekam video."
"Mereka merekam kematiannya, bahkan tidak membantunya sama sekali."