Berita Jambi

Pembakar Hutan Sama dengan Teroris Lingkungan, Ini Kata Kasdam II Sriwijaya Soal Karhutla di Jambi

Pembakar Hutan Sama dengan Teroris Lingkungan, Ini Kata Kasdam II Sriwijaya Soal Karhutla di Jambi

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Pembakar Hutan Sama dengan Teroris Lingkungan, Ini Kata Kasdam II Sriwijaya Soal Karhutla di Jambi 

Pembakar Hutan Sama dengan Teroris Lingkungan, Ini Kata Kasdam II Sriwijaya Soal Karhutla di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasdam II Sriwijaya, Brigjen TNI Syafrial Psc, Mtr menyebut pelaku pembakaran hutan dan lahan baik personal maupun korporasi sama degan pelaku terorisme lingkungan.

Ini disampaikannya di hadapan pers saat meninjau upaya pemadaman Karhutla di Jambi, Senin (16/9/2019).

"Yang melakukan pembakaran untuk kepentingan korporasi dan personal teroris lingkungan itu. Itu racun dampaknya ke masyarakat," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS, Kabut Asap Makin Parah, Siswa di Bungo Diliburkan, Sebagaian Dikurangi Jam Belajar

Baca: Peduli Korban Kebakaran, Crew Radio An-Nadwah Kuala Tungkal, Serahkan Bantuan Sembako

Baca: POLISI Temukan 44 Jenazah Dimutilasi Disimpan dalam 119 Kantong Sampah, Kondisinya Mengerikan

Karna itu perlu tidakan tegas bagi seluruh instansi terkait dalam melakukan proses hukum agar kejadian serupa tak terus berulang.

Ia juga menyebut pentingnya keterlibatan setiap kepala daerah, baik pejabat tingkat gubernur hingga bupati di tinggat kabupaten.

Ini dikarenakan kabut asap merupakan bencana nasional yang kini melanda lima daereh di Indonesia, termasuk Jambi.

Baca: Kabut Asap Bikin Penjualan Vitamin di Apotek Meningkat, 500 Kotak Masker Perminggu Juga Ludes

Baca: Kerinci dan Sungai Penuh Diselimuti Kabut Asap, BPBD Sebut dari Tetangga

Baca: 8 Hari Belum Juga Padam, Satgas Karhutla Sarolangun Masih Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut

"Bencana adalah tanggung jawab kepala daerah karhutlah juga bagian dari bencana. Walaupun tidak bisa langsung turun tapi ada keterwakilan dari dinas terkait. Semua harus bekerjasama, satu visi sesuai dengan tupoksi masing-masing," katanya.

Brigjen TNI Syafrial mengatakan perlunya dukungan masyarakat agar karhutla di Jambi bisa diatasi,

"Karna ini sudah menjadi persoalan nasional. Kepada korporasi dan masyarakat kami imbau kalau ada yang melakukan pembakaran proses hukum harus berjalan. Kalau tidak akan berulang terus," tegasnya.

Ditambahkan Kolonel Arh Elphis Rudi, saat ini proses pemadaman masih terus dilakukan. Terutama di dua kabupaten yakni Tanjab Timur dan Muaro Jambi.

Baca: Pemilihan Rektor Unja, Ada 5 Calon yang Mendaftar, Johni Najwan akan Akselerasi Visi Unja

Baca: Mediasi, Ini Hasil Rapat Forum Keluarga Besar Petani di DPRD Tebo,

Baca: Jumlah Korban ISPA di Kota Jambi Meningkat Hingga 16.000 Penderita, Ini Kata Walikota Jambi

Sebanyak 1512 personel, terdiri dari 500 personel TNI, 250 personel kepolisian dari Polda serta BPBD, manggala Agni dan unsur masyarakat masih melakukan proses pemadaman.

"Kita terkendala di persediaan air, sehingga kita harus membuat kanal cacing untuk melokalisir areal yang terbakar agar tidak menyebar," katanya.

Selain kendala air, akses lokasi kebakaran yang sulit ditempuh lewat jalur darat juga menjadi kendala. Namun sampai saat ini, di wilayah Jambi ia mengatakan titik api telah menurun.

Dari beberapa hari lalu yang jumlahnya mencapai 150 titik api saat ini berkurang diangka 27 titik api.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved