Berita Merangin

Titik Api Terus Bertambah, Kabut Asap Mulai Terasa Pekat di Kabupaten Merangin

Titik Api Terus Bertambah, Kabut Asap Mulai Terasa Pekat di Kabupaten Merangin

Titik Api Terus Bertambah, Kabut Asap Mulai Terasa Pekat di Kabupaten Merangin
tribunjambi/abdullah usman
Ilustrasi. Kabut asap di Tanjabtim, Provinsi Jambi. (September 2019). 

Titik Api Terus Bertambah, Kabut Asap Mulai Terasa Pekat di Kabupaten Merangin

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Cuaca Kabupaten Merangin kian buruk. Asap pekat terlihat jelas di Kota Bangko.

"Mata perih, napas terasa sesak kalau terlalu lama di luar rumah. Jadi, aktivitas terganggu," sebut Fitry, warga Bangko.

Menurutnya, masalah kabut asap memang sudah lama terjadi, saat ini kabut asap semakin pekat. Dia berharap pada pemerintah dan aparat untuk segera mengatasi masalah Karhutla yang sering terjadi.

Baca: Konflik Satwa-Manusia Masih Terjadi di Merangin, Tahun Ini 8 Kasus, Beruang Paling Sering

Baca: SAAT Menggali Makam Bj Habibie, Penggali Kubur Takjub Tanahnya Gembur Sama Sekali Tak Ada Batu

Baca: Irjen Firli Bahuri Terpilih Pimpin KPK, Bambang Widjojanto Endus Bau Sangit Kolusi

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin, Akmal Zen mengiyakan jika belakangan ini kabut asap menyelimuti sebagian Kabupaten Merangin.

Hingga saat ini kata Akmal, BPBD Kabupaten Merangin mencatat ada 102 titik api akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, tidak hanya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tapi juga ada rumah warga yang terbakar.

Baca: Ini Besaran Harga LPG 3 Kg di Beberapa Wilayah di Tanjab Timur, Mulai Rp 19 Ribu

Baca: DEMI Jaga Habibie Ajudan TB Hasanudin Tidur di Pintu Kamar: Gara-gara Laporan Intelijen Seperti Ini

Baca: Kasus Dugaan Pelecehan Kades di Batang Masumai Ditangani Lembaga Adat Merangin

"Kemarin juga ada rumah yang terbakar di wilayah Pamenang. Kalau lahan yang terbakar hingga saat ini sudah 102 kasus yang kita terima," paparnya.

Akibat kebakaran hutan dan lahan yang setiap hari terjadi kata Akmal, sehingga membuat pihaknya terus bergelut dengan api. Akmal Zen memprediksi, jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan akan terus bertambah.

"Lahan yang terbakar itu ada akibat warga membakar sampah, karena cuaca kita terik, sehingga api mudah merembet ke lahan perkebunan warga," katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, dan untuk mengantisipasi semakin buruknya kualitas udara di Merangin, dirinya menghimbau kepada warga jika membuka lahan baru agar tidak membakarnya.

"Kalau melanggar hukum akan di tangani oleh penegak hukum. Kita menghimbau kepada warga untuk menghentikan pembakaran sampah saat membuka lahan, pembakaran sampah dalam jumlah besar juga dihentikan, dan hati-hati saat membuang puntung rokok," harapnya.

(Muzakkir/Tribunjambi.com)

Penulis: muzakkir
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved