Musisi Anggun C Sasmi Kecewa Makam BJ Habibie Jadi Tempat Selfie Peziarah, Warganet : 'Memalukan'
Belum genap satu minggu Presiden RI Ke-3 ini meninggalkan kita semua, makamnya kian hari semakin ramai didatangi para peziarah
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden RI ke 3, BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu 11 September 2019 lalu.
Masyarakat Berduyun-duyun datang ke makan BJ Habibie di TMP Kalibata untuk melayat dan selfie sebagai kenang-kenangan.
Musisi Anggun C Sasmi bahkan kritik peziarah yang selfie di makam BJ Habibie.
Baca: 100 Personel PPRC Dikerahkan untuk Tangani Karhutla di Dua Kabupaten di Jambi
Baca: Kesulitan Air Saat Padamkan Api, Satgas Karhutla Terpaksa Buat Kanal Cacing
Baca: Satu Lagi Helikopter Water Bombing Dikirim ke Jambi, Bantu Atasi Karhutla
Ramainya orang-orang yang berselfie di makan BJ Habibie ini mengundang keprihatinan Anggun C Sasmi.
Melalui akun Instagram pribadinya, Anggun C Sasmi sangat menyesalkan sikap orang-orang yang berkerumun di makam BJ Habibie hanya untuk berselfie.

Penyanyi yang melebarkan sayapnya hingga ke manca negara ini mengunggah foto-foto yang memperlihatkan kerumunan warga yang berselfie di makam BJ Habibie.
Anggun menuliskan tidak semua momen bisa dijadikan ajang selfie dengan sembarangan.
"Melihat foto ini mendadak sedih.
Mungkin sudah saatnya ada edukasi untuk para “Generasi Selfie” yang harus belajar menilai situasi dan melihat konteks.
Ada saat untuk bisa selfie dan untuk tidak.
Ada banyak hal yang bisa diposting tapi banyak juga yang tidak perlu.
Foto makam Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie," tulis Anggun.
Unggahan Anggun ini pun mendapat berbagai reaksi dari warganet.
Baca: Kabut Asap Makin Tebal, Pemkab Bungo: Kalau Makin Parah Siswa Diliburkan
Baca: Peduli Kabut Asap, Komunitas JMO Bagikan 1.000 Masker di Kota Jambi
Baca: KISAH Prabowo Temui BJ Habibie Tanya Pencopotan dari Pangkostrad, hingga Tolak Tawaran Duta Besar
Tidak sedikit warganet yang setuju dengan pendapat Anggun tersebut.
"..yg bikin tambah sedih, yang selfie2 itu adalah orang - orang dewasa yg mestinya paham etika."