Satu Lagi Helikopter Water Bombing Dikirim ke Jambi, Bantu Atasi Karhutla

Satu lagi helikopter Waterbombing tipe Kamov 32T hari ini tiba di Jambi, Sabtu (14/9/2019).

Satu Lagi Helikopter Water Bombing Dikirim ke Jambi, Bantu Atasi Karhutla
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Water bombing karhutla oleh helikopter PT WKS. 

Satu Lagi Helikopter Water Bombing Dikirim ke Jambi, Bantu Atasi Karhutla

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satu lagi helikopter water bombing tipe Kamov 32T hari ini tiba di Jambi, Sabtu (14/9/2019). Setidaknya sudah ada tiga heli kopter water bombing diperbantukan di Jambi untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Sebelumnya untuk proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi, Satgas Karhutlah hanya memiliki satu unit helikopter untuk water bombing.

Empat hari yang lalu, satu unit helikopter untuk water bombing tiba di Jambi. "Satu lagi hari ini kita dapat helikopter water bombing, jadi total kita ada empat unit, satu untuk patroli dan tiga helikopter untuk water bombing," ujar Komandan Satgas Karhutlah, Kolonel Arh Elphis Rudy pada Sabtu (14/9/2019).

Dansatgas Karhutlah Jambi menambahkan, dari rakor pengendalian karhutlah di Kemenko Polhukam Jakarta, sempat terjadi peningkatan titik hotspot diseluruh wilayah Indonesia.

Baca: Kabut Asap Makin Tebal, Pemkab Bungo: Kalau Makin Parah Siswa Diliburkan

Baca: Peduli Kabut Asap, Komunitas JMO Bagikan 1.000 Masker di Kota Jambi

Baca: Ini Sosok Gadis Jambi Wakil Indonesia di Pertukaran Pemuda Indonesia-Singapura

Baca: PDIP Keluarkan SK Pimpinan DPRD, Ini Daftar Namanya untuk Jambi

Baca: VIDEO: Ini 5 Cara Lindungi Diri dari Kabut Asap, Pakai Masker hingga Konsumsi Makanan Sehat

Seperti Kalteng, Kalbar, Kalsel, Riau, Sumsel dan Jambi dan juga daerah - daerah lainnya.

Di Jambi sendiri, juga mengalami peningkatan, bahkan dalam satu pekan terakhir, di Jambi titik api mencapai 150.

"Jambi sendiri juga ada peningkatan sampai menyentuh sekitar 150 an titik api dalam seminggu terakhir dan terbanyak di wilayah Muaro Jambi dan Tanjab Timur," ujar Dansatgas Karhutlah, ujar Elphis.

Pihaknya juga terus melakukan pamadaman dan pendinginan di lokasi yang terbakar. Sejumlah kendala dialami tim pemadam karhutlah saat bertugas, seperti angin kencang dan terik matahari yang panas memicu api sulit dipadamkan.

Belum lagi kendala kesulitan tim untuk mendapatkan sumber air, ini dikarenakan embung-embung dan kanal ikut mengalami kekeringan di musim kemarau.

"Kesulitan dan kendala kita berupa panas terik, angin kencang serta semakin terbatasnya sumber-sumber air karena kanal dan embung-embung air yang kering serta lokasi yang jauh dan sulit dijangkau," sambung  Komandan Korem 042/Gapu itu dalam rilisnya.

Untuk mensiasati berbagai kendala pemadaman, tim satgas Karhutlah melakukan berbagai upaya mulai dari pembuatan kanal-kanal cacing untuk melokalisir meluasnya kebakaran.

Baca: PDIP Keluarkan SK Pimpinan DPRD, Ini Daftar Namanya untuk Jambi

Baca: 559,5 Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen Akibat Kemarau

Baca: Mulai 1 Januari 2020, Tarif Cukai Rokok Naik 23 Persen

Baca: Tunjangan Hidup Rp 10 Juta/Bulan, Yuk Daftar Beasiswa S1 Korea Selatan, Simak Persyaratannya!

Pemadaman dengan penyiraman dan pemadanan manual dengan perlengkapan seadanya karena kesulitan air dan juga dengan pengeboman dengan water bombing.

"Sampai pukul 08.42 WIB pagi ini titik api semakin menurun menjadi 26 titik api," ujarnya. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved