559,5 Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen Akibat Kemarau

Kemarau yang sudah terjadi sejak awal bulan Juli lalu, banyak berdampak pada lahan pertanian masyarakat, khususnya padi.

559,5 Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen Akibat Kemarau
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Sawah kering di kawasan Sijenjang, Muarojambi. 

559,5 Hektar Tanaman Padi di Jambi Gagal Panen Akibat Kemarau

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kemarau yang sudah terjadi sejak awal bulan Juli lalu, banyak berdampak pada lahan pertanian masyarakat, khususnya padi. Ratusan hektar lahan terancam gagal panen atau puso, karena lahan tersebut sudah sangat kering.

Kepala Dinas Tanamanan Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Ahmad Maushul mengatakan laporan dari seluruh kabupaten/kota, tidak ada satupun kapubaten/kota yang bebas dari puso.

“Semua kabupaten/kota terdampak kekeringan, pasti ada yang puso di masing-masing wilayah,” katanya.

Data Dinas TPHP hingga saat ini, sudah 559,5 hektare lahan pertanian pagi masyarakat yang gagal panen. Dan dari keseluruhan lahan tersebut, paling banyak terdapat di Kabupaten Batanghari dan Muarojambi.

Baca: Sekretaris KONI Kerinci Meninggal, Usai Tanding Bola Persahabatan Antar Kepala Daerah di Kerinci

Baca: AJB Beberkan Alasan Maju Pilgub Jambi, Soroti Kelemahan Jambi Dibandingkan Daerah Tetangga

Baca: TRIBUNWIKI: Melihat Pesona Masjid-masjid Tua di Kabupaten Bungo, Ada yang Dibangun Sejak 1812 M

Baca: 5 Bupati di Jambi Wilayah Barat Bertemu Bahas Pilgub Jambi 2020, Siapa Maju? Ini Kata Bupati Romi

“Yang paling banyak di Batanghari dan Muarojambi,” ujarnya tanpa menyebutkan rincian luasan lahan yang terkena puso di dua wilayah tersebut.

Namun sayangnya, dari 559,5 hektar lahan pertanian padi tersebut, tidak ada satupun yang sudah didaftarkan kelompok tani untuk asuransi. Sehingga, kerugian yang dialami petani harus ditanggung sendiri oleh petani tersebut. Padahal, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tersebut bisa menjadi solusi bagi petani agar tidak merugi ketika padinya mengamalami gagal panen.

“Belum ada yang masuk asiransi. Memang masih perlu proses untuk mengajak petani mau mengasuransikan lahan pertaniannya. Karena jika terjadi gagal panen, asuransi akan membayar ganti rugi kepada petani,” katanya.

Namun untuk membantu petani, Maushul menyebut akan mengajukan bantuan benih dari pemerintah pusat.
"Setelah data yang puso ini direkap semua. Kita akan ajukan bantuan ganti benih ke pusat dengan cadangan benih nasional," ujarnya.

Saat ini, upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan tanaman padi petani yakni memberikan bantuan berupa pompa air kepada petani. Namun masih sangat minim.

"Sudah dilakukan tapi hanya beberapa titik. Kalau dipersentasekan baru sekitar 30 persen. Dengan ketersediaan pompa air kita, jauh masih butuh sekitar 60 persen lagi dari yang sudah kita lakukan. Beberapa waktu lalu sudah saya tanda tangani pengajuan 25 unit pompa air ke pusat, mudah-mudahan bisa ploting dari pusat dalam waktu dekat ini," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved