Kesulitan Air Saat Padamkan Api, Satgas Karhutla Terpaksa Buat Kanal Cacing

Satgas Karhutla Jambi sempat kewalahan dalam memadamkan api. Ini dikarenakan jumlah titik api yang menigkat.

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Kebakaran lahan di Tanjab Timur. 

Kesulitan Air Saat Padamkan Api, Satgas Karhutla Terpaksa Buat Kanal Cacing

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satgas Karhutla Jambi sempat kewalahan dalam memadamkan api. Ini dikarenakan jumlah titik api yang menigkat.

Dansatgas Karhutlah Jambi Kol Arh Elphis Rudy dalam rilisnya mengatakan, dari rakor pengendalian karhutlah di Kemenkopohuman Jakarta pada Jumat (13/9/2019), sempat terjadi peningkatan titik hotspot di seluruh wilayah Indonesia.

Seperti Kalteng, Kalbar, Kalsel, Riau, Sumsel dan termasuk Jambi dan juga daerah - daerah lainnya.

Di Jambi sendiri, juga mengalami peningkatan, bahkan dalam satu pekan terakhir, di Jambi titik api mencapai 150.

"Jambi sendiri juga ada peningkatan sampai menyentuh sekitar 150an titik api dalam seminggu terakhir dan terbanyak di wilayah Muaro Jambi dan Tanjab Timur," ujar Dansatgas Karhutlah, ujar Elphis, Sabtu (14/9/2019).

Baca: Satu Lagi Helikopter Water Bombing Dikirim ke Jambi, Bantu Atasi Karhutla

Baca: Kabut Asap Makin Tebal, Pemkab Bungo: Kalau Makin Parah Siswa Diliburkan

Baca: Peduli Kabut Asap, Komunitas JMO Bagikan 1.000 Masker di Kota Jambi

Baca: Ini Sosok Gadis Jambi Wakil Indonesia di Pertukaran Pemuda Indonesia-Singapura

Pihaknya juga terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi yang terbakar. Sejumlah kendala dialami tim pemadam karhutlah saat bertugas, seperti angin kencang dan terik matahari yang panas memicu api sulit di padamkan.

Belum lagi kendala kesulitan tim untuk mendapatkan sumber air, ini dikarenakan embung-embung dan kanal ikut mengalami kekeringan di musim kemarau.

"Kesulitan dan kendala kita berupa panas terik, angin kencang serta semakin terbatasnya sumber-sumber air karena kanal dan embung-embung air yang kering serta lokasi yang jauh dan sulit dijangkau," sambung Komandan Korem 042/Gapu itu dalam rilisnya.

Untuk mensiasati berbagai kendala pemadaman, tim satgas Karhutlah Satgasgas melakukan berbagai upaya mulai dari pembuatan kanal-kanal cacing untuk melokalisir meluasnya kebakaran.

Pemadaman dengan penyiraman dan pemadanan manual dengan perlengkapan seadanya karena kesulitan air dan juga dengan pengeboman dengan water bombing.

"Sampai pukul 08.42 WIB pagi ini titik api semakin menurun menjadi 26 titik api," ujarnya.

Sabtu siang, Tim Satgas Karhutlah mendapat satu unit lagi helikopter water bombing tipe Kamov 32T. Saat ini ada empat helikopter yang digunakan oleh Satgas Karhutlah.

Yakni tiga unit untuk melakukan water boming dan satu heli kopter untuk patroli udara. (Dedy Nurdin)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved