3 Menit Mencekam di Bandara Thailand, Pramugari Tabah Ditendang: Kopassus Datang Menyelamatkan

TRIBUNJAMBI.COM - Suasana mencekam dalam kabin pesawat DC-9 Woyla milik maskapai Garuda, berlangsung sekitar dua hari.

Editor: ridwan
IST
Para prajurit Kopassus 

Bahkan, penderitaan yang dialami mereka semakin menjadi-jadi.

Mereka hanya diberi selembar roti tawar dan air putih.

Para korban sandera itu terus diawasi secara ketat.

 

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Minggu 1 September 2019, Aquarius Ingin Kebebasan, Pisces Jangan Cemberut Dong!

Baca: Ramalan Zodiak 1 September 2019, Aquarius Ikuti Suara Hati Kamu, Kesepakatan Menguntungkan Scorpio!

 

Saat menggunakan toilet, mereka tak boleh menutup pintu.

Perlakuan tersebut berlaku juga bagi sandera perempuan.

Bahan bakar pesawat yang kian menipis semakin menambah penderitaan sandera.

Pendingin udara tak aktif karena mesin pesawat dimatikan.

Banyak penumpang yang lemas karena kekurangan oksigen.

Kopassus Mulai Bergerak

Pemerintah Thailand memberikan izin kepada pasukan Komando Pasukan Sandhi Yudha (Koppasandha, sekarang dikenal Kopassus) untuk melakukan tindakan.

 

Baca: Viral Kisah KKN di Desa Penari, Om Hao Sebut Kisah Asmara Dua Dimensi, Ini Sosok Badarawuhi

 

Baca: Subhi Optimis Target PAD Kota Jambi Lebihi Target, Pajak Restoran Meningkat Drastis

Baca: SIAPA Sebenarnya Atta Halilintar YouTuber Tajir, Punya 7 Pabrik Uang: Terungkap, Segini Gajinya

Puncak pembajakan pesawat DC 9 Woyla terjadi pada 31 Maret 1981, di Bandara Mueang, Bangkok, Thailand.

Karena saat itulah dilaksanakan Operasi pembebasan.

Seperti dilansir dari buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap' ,Tempo, PT Gramedia, 2015

Kala itu, pasukan yang diterjunkan adalah pasukan Grup 1 Koppasandha.

Kopassus selamatkan pesawat yang dibajak teroris
Kopassus selamatkan pesawat yang dibajak teroris ()

Operasi tersebut di bawah komando Kepala Pusat Intelijen Strategis, Letjen Benny Moerdani.

Adapun Letkol Infanteri Sintong Panjaitan ditunjuk menjadi pemimpin operasi di lapangan.

Pada Selasa (31/3/1981) sekitar pukul 02.30 WIB, pasukan Kopassus mulai bergerak setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Thailand.

Saat penyerbuan, pasukan terbagi dalam lima tim.

Baca: Ridwan Kamil Nekat Berani Bagikan Hasil UNBK Putri,Nilai Bahasa Indonesia Mendadak Jadi Perbincangan

Tiga tim bertugas menyerbu ke dalam pesawat, dua lainnya bersiaga di luar.

Tim pertama dipimpin Kapten Untung Suroso yang akan masuk dari pintu darurat depan.

Tim kedua dipimpin Letnan Dua Rusman AT yang bertugas menyerbu dari pintu darurat atas sayap kiri pesawat.

Adapun pemimpin tim ketiga adalah calon perwira Ahmad Kirang yang masuk melalui pintu ekor pesawat.

Sekitar pukul 02.00, tim bergerak mendekati pesawat dengan menaiki mobil VW Komi.

Para pasukan Kopassus, termasuk Benny Moerdani berdesak-desakan dalam mobil itu.

 

 


Baca: Ternyata Aulia Sempat Berhubungan Intim dengan Pupung, Sebelum Dieksekusi 4 Pembunuh Bayaran

Baca: Namanya Disebut Jokowi, Sandiaga Uno Calon Menteri? Mantan Cawapres: Itu Kode Keras

Berjarak sekitar 500 meter dari ekor pesawat, para pasukan pun mulai berjalan kaki.

Saat itulah Benny Moerdani menyusup ke barisan tim Ahmad Kirang.

Penampilannya berbeda dari yang lain. Benny Moerdani memakai jaket hitam dan menenteng pistol mitraliur.

Letkol Infanteri Sintong Panjaitan yang menjadi pemimpin operasi lapangan menjelaskan bahwa kehadiran Benny itu di luar skenario.

"Ini di luar skenario," ujarnya dalam buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.'

Namun pada akhirnya Sintong membiarkan Benny Moerdani untuk tetap dalam pasukan.

Benny Moerdani
Benny Moerdani ()

Setelah pesawat berhasil dikuasai pasukan Kopassus, Benny Moerdani lagi-lagi melakukan aksi tak terduga.

Benny Moerdani tiba-tiba masuk ke pesawat sambil menenteng pistol bersama Kolonel Teddy.

Benny Moerdani kemudian menuju kokpit dan menyuruh Teddy untuk memeriksa panel elektronik Woyla.

Setelah dinyatakan aman dari ancaman bom yang diaktifkan melalui sirkuit pesawat, Benny Moerdani lantas mengambil mikrofon.

 

Baca: Bank Mantap Jambi Gelar Senam Sehat Bersama Nasabah Pensiunan

Baca: Prediksi Susunan Pemain Burnley vs Liverpool di Live Streaming Liga Inggris 2019/2020 Pekan 4


 

"This is two zero six. Could I speak to Yoga, please?" kata Benny Moerdani.

Yoga Soegomo yang berada di ruang crisis center di menara bandara pun merespons.

"Operasi berhasil, sudah selesai semua," ujar Benny Moerdani melapor.

Operasi pembebasan itupun berjalan sukses.

Kopassus hanya butuh waktu tiga menit untuk menumpas para pembajak dan membebaskan para sandera. (Putra Dewangga Candra Seta)

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul PRAMUGARI Garuda Tetap Tabah Ditendang dan Ditampar, Kopassus Tiba Menyelamatkan Mereka,

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved