Subhi Optimis Target PAD Kota Jambi Lebihi Target, Pajak Restoran Meningkat Drastis

Hingga akhir Agustus 2019, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak Kota Jambi mencapai 73 persen.

KONTAN/BAIHAKI
pajak 

Subhi Optimis Target PAD Kota Jambi Lebihi Target, Pajak Restoran Meningkat Drastis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Hingga akhir Agustus 2019, realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak yang dikelola oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi mencapai 73 persen. Jumlah itu sudah melebihi target tahapan sebesar 5 persen.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi mengatakan bahwa pihaknya optimis hingga akhir tahun mencapai Rp250 miliar. Target PAD tahun ini adalah Rp223 miliar. “Itu semua terakumulasi dari 11 pajak yang kita kelola,” katanya.

Dari 11 jenis pajak tersebut, pajak restoran meningkat drastis dibanding sebelumnya. Dimana jika sebelumnya menempati peringkat 4, sekarang sudah berada di posisi 2. Dimana realiasasinya hingga saat ini sudah mencapai Rp 50 miliar.

“Sebab kita sudah menggunakan Tapping box yang diawasi langsung oleh KPK,” katanya.

Baca: Tamu Luar Negeri Ikut Datang di Acara Internasional Kopi Day di Jambi, Cicipi Tiga Varian Kopi Jambi

Baca: Jambi akan Kirim 225 Atlet dan Oficial ke Porwil X di Bengkulu, Biliar & Panjat Tebing Andalan

Baca: WIKIJAMBI - Sop Djanda di Muarojambi Suguhkan Perpaduan Bumbu Jawa dan Sunda

Baca: Anies Baswedan Resmikan Tower Pertama Program Rumah DP 0 Rupiah, Rp 195 Juta Dapat Ukuran Segini

Baca: Link Baca Dua Versi KKN di Desa Penari Versi Nur dan Widya dan Video Klarifikasi Penulis SimpleMan

Ditambahkan Subhi, pada semester pertama, realisasi pajak dan retribusi daerah sudah mencapai Rp 113 miliar dari target yang ditetapkan pada semester pertama sebesar Rp 115 miliar.

Menurut Subhi, sebagian besar PAD disumbangkan dari pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan dan parkir. Rata-rata, untuk setiap jenis pajak, pencapaian sudah diangka 65 persen, bahkan ada juga yang sudah 100 persen.

Sementara itu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) realiasinya masih sangat kecil. Yakni baru mencapai 31 persen. Hal ini dikarenakan jatuh tempo pembayaran PBB di 30 September. Sehingga saat ini belum banyak warga yang membayar PBB.


“Biasanya grafik perbandingan itu akan mulai naik di awal September. Karena masyarakat lebih banyak membayar PBB pada bulan itu atau mendekati jatuh tempo,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved