Janji Kapten Abdul Rivai jadi Orang Terakhir di Kapal Tampomas II yang Tenggelam

Peristiwa ini terjadi 38 tahun lalu. Kisah kapal tenggelam ini membuat hati pilu, 431 orang meninggal dunia.

Janji Kapten Abdul Rivai jadi Orang Terakhir di Kapal Tampomas II yang Tenggelam
(Dok. Kompas)
Seorang awak kapal Sangihe yang sedang berusaha menolong para korban Tampomas II, sempat mengabadikan kapal naas tersebut. Tampak para penumpang berdesakan memadati haluan dan anjungan kapal menantikan pertolongan. Sedang seutas tali sepanjang 100 meter terentang antara Sangihe dengan Tampomas II yang sudah lumpuh itu. Suasana ini diabadikan pada tanggal 26 Januari 1981 pukul 09.00. 

Tidak hanya itu saja, proses penyelamatan yang sangat lambat dan memakan waktu 37 jam membuat para penumpang harus bertahan tanpa makanan dan minuman.

Dropping makanan dari udara juga tidak semua jatuh di lokasi para penumpang.

Yang lebih miris, 30 menit setelah api muncul, para penumpang diperintahkan untuk naik ke dek atas dan langsung menaiki sekoci.

Namun usaha ini juga berlangsung lambat karena hanya ada satu pintu yang mengarah ke dek atas. Sedangkan di dek atas, para ABK, Mualim II dan Markonis II malah tidak ada yang memandu penumpang ke arah sekoci.

Beberapa ABK malah lari dari tanggung jawab dan menurunkan sekoci untuk diri mereka sendiri, sehingga sebagian penumpang memilih nekat terjun ke laut.

4. Keselamatan yang Tidak Diperhitungkan

Memang penumpang yang terdaftar hanya 1.054 orang, namun jumlah penumpang gelap yang turut menaiki kapal ternyata berjumlah ratusan orang.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa jumlah penumpang sebenarnya mencapai 1.442 orang.

Kapal tersebut hanya membawa 6 buah sekoci yang masing-masing berkapasitas 50 orang. Itupun yang berhasil diturunkan hanya dua buah saja.

Bahkan saat berada di geladak, ABK malah mencari selamat sendiri-sendiri dengan meluncurkan sekoci.

Kru pelayaran KM Tampomas juga tidak lengkap di hari itu. Hanya ada Kapten, Mualim II dan Markonis II. Sementara Mualim I dan Markonis I cuti dan tidak dicarikan pengganti.

Parahnya lagi, Mualim dan Markonis yang bertugas malah kabur duluan hanya dalam waktu 30 menit setelah api muncul.

Bahkan Markonis II membawa radio portabel bersamanya tanpa memikirkan lebih banyak orang di kapal yang masih memerlukan pertolongan.

Beberapa orang saksi juga sempat mendengar kemarahan Kapten Abdul Rivai yang berteriak, "Kalau ketemu, saya cekik dia!"

ABK yang selamat mengaku tidak tahu cara menurunkan sekoci karena selama ini latihan penyelamatan yang ada hanyalah formalitas untuk mengisi daftar hadir.

Sebelumnya tidak pernah adalah latihan penyelamatan yang benar-benar dilakukan dengan lengkap.

Sementara itu, perwakilan PT Pelni Ujungpandang mengaku bahwa saat Tampomas II baru terbakar, ia mendapatkan instruksi dari Jakarta agar memberikan keterangan bahwa kebakaran yang terjadi tidak membahayakan.

Karena informasi inilah akhirnya beberapa pihak mengurungkan niatnya untuk membantu penyelamatan.

Ternyata kesalahan informasi ini akhirnya berakibat fatal.

5. Kapten Abdul Rivai, Pahlawan di Tengah Kepanikan Hidup dan Mati

Dengan kondisi yang hampir tenggelam, Kapten Abdul Rivai menolak meninggalkan kapal dan masih sibuk berusaha menyelamatkan para penumpang.

Ia sempat mengirimkan pesan kepada nahkoda KM Sangihe untuk mengiriminya air dan makanan karena dirinya akan tetap berada di kapal sampai detik terakhir.

Bahkan saat kapal sudah mulai miring, ia masih sibuk membagikan pelampung kepada para penumpang yang tidak berani terjun.

Di saat detik-detik terakhir kapal mulai tenggelam, ia masih berada di anjungan kapal sambil berpegangan pada jendela.

Ia memenuhi janjinya untuk menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal saat terjadi bencana. 

Ia akhirnya meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Tenggelamnya Kapal Tampomas II tentu menjadi sebuah sejarah kelam bagi maritim Indonesia. Namun dengan adanya tragedi tersebut, setidaknya Indonesia bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan hal-hal semacam ini tidak terulang. 

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 10 Agustus 2019, Virgo Jangan Main Mata, Leo Pahami Hati Pasanganmu!

Baca: Meninggalkan Tugas dan Pilih Jadi Tukang Ojek, Perwira Polisi di Kendari Dipecat

Baca: Cara Baru! Ucapan Selamat Idul Adha 2019 Dalam Bentuk Video, Lebih Menarik Kirim Via WA

Baca: Polwan Cantik Turun Tangan, Penyamaran Tak Terduga Tapi Lapor Pak RT Dulu

Baca: Pramugari Meninggal Karena Nyamuk, Pecat Usai Dilamar hingga Bung Karno Jatuh Hati pada Pramugari

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved