Janji Kapten Abdul Rivai jadi Orang Terakhir di Kapal Tampomas II yang Tenggelam

Peristiwa ini terjadi 38 tahun lalu. Kisah kapal tenggelam ini membuat hati pilu, 431 orang meninggal dunia.

Janji Kapten Abdul Rivai jadi Orang Terakhir di Kapal Tampomas II yang Tenggelam
(Dok. Kompas)
Seorang awak kapal Sangihe yang sedang berusaha menolong para korban Tampomas II, sempat mengabadikan kapal naas tersebut. Tampak para penumpang berdesakan memadati haluan dan anjungan kapal menantikan pertolongan. Sedang seutas tali sepanjang 100 meter terentang antara Sangihe dengan Tampomas II yang sudah lumpuh itu. Suasana ini diabadikan pada tanggal 26 Januari 1981 pukul 09.00. 

Hingga akhirnya pada 25 Januari pukul 20.00 Wita, terjadi kebocoran bahan bakar. Puntung rokok yang berasal dari ventilasi kemudian menimbulkan percikan api.

Usaha pemadaman selama 2 jam gagal, api justru dengan cepat menyebar.

Pada Senin malam, Sekditjen Perhubungan Laut menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin, namun sudah bisa diatasi.

Tapi nyatanya, pada Selasa pagi asap tipis masih terlihat di belakang kapal. Akhirnya api semakin membesar dan membuat Tampomas miring dan akhirnya tenggelam dengan cepat.

Pada 27 Januari 1981 sekitar pukul 12.45 WIB atau kurang lebih 30 jam setelah percikan api pertama, KMP Tampomas II tenggelam di Laut Jawa.

Kurang lebih sebanyak 431 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

3. Kisah Tragis Penumpang Kapal

Berbagai cerita tragis dituturkan oleh para penumpang yang selamat.

Lantai geladak luar kapal hanya terbuat dari pelat baja tanpa pelapis kayu juga banyak memakan korban.

Beberapa penumpang yang tidak sempat memakai alas kaki akhirnya menjadi korban plat panas tersebut.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved