Satgas Karhutla Temukan 17 Titip Api, Danrem Kirim Personel Bantu Pemadaman di Arang Arang Jambi

Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat 17 titik api muncul di Provinsi Jambi hari ini, terbanyak di Muaro Jambi tepatnya di Desa Arang Arang, Kumpeh

Satgas Karhutla Temukan 17 Titip Api, Danrem Kirim Personel Bantu Pemadaman di Arang Arang Jambi
Tribunjambi/Zulkifli
Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat 17 titik api muncul di Provinsi Jambi hari ini, terbanyak di Muaro Jambi tepatnya di desa Arang-arang, Kumpe Ulu. 

Satgas Karhutla Temukan 17 Titip Api, Danrem Kirim Personel Bantu Pemadaman di Arang Arang Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat 17 titik api muncul di Provinsi Jambi hari ini, terbanyak di Muaro Jambi tepatnya di Desa Arang Arang, Kumpeh Ulu.

Danrem 042 Garuda Putih Arh Elphis Rudy selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi menyebut, setelah dilokalisir lahan yang telah terbakar di Kumpeh Ulu sebanyak 20an hektare.

"Upaya pemadaman terus dilakukan, hari ini juga kita mengirimkan perbantuan personel untuk membantu pemadaman di Kumpeh Ulu," sebutnya.

Disebutkan Danrem, pihaknya akan melakukan pergeseran personel dari beberapa daerah yang tidak rentan karhutla menuju titik rawan karhutla.

Selain itu, Sapras berupa helikopter dan lain-lain sedang proses pergeseran dari BNPB.

Baca: 20 Hari Anggota Paskibraka Sarolangun Masuki Masa Karantina, Orangtua Dilarang Kunjungi Anaknya

Baca: 23 Proyek Pemerintah Batanghari Dikawal Kejaksaan Negeri

Baca: Siapa Rosmini Sampai Jadi Perhatian Media, JPU Kejari Batanghari Harus Periksa Berkas Dua Kali

Baca: Jalin Kerjasama, PT EBN Sepakati Aturan Main Pemkot Jambi soal Pasar Angso Duo

Baca: Berharap Pabrik Santan Kara Jadi Solusi Petani Kelapa di Tanjab Timur

Untuk operasi udara dengan water bombing disampaikan Danrem, sudah beberapa kali dilakukan secara mandiri dengan bantuan dari helikopter PT WKS. "Sore ini mungkin juga segera kita turunkan di Kumpe Ulu di desa Arang-arang," ujarnya.

Selain itu disampaikan Danrem, kebanyakan lahan yang terbakar tersebut adalah lahan masyarakat. Namun Elphis tidak menampik ada juga lahan perusahaan yang terbakar, namun tidak banyak dan sudah berhasil dipadamkan.

Untuk kesiapan perusahaan menanggulangi Karhutla sendiri menurut Elphis, sudah dilakukan pengecekan, bahkan menjadi persyaratan dari pemerintah untuk membentuk unit-unit sendiri maupun melengkapi sarpras pemadam kebakaran.

"Kita juga sudah petakan, sehingga jika terjadi kebakadan bahkan yang terjadi tidak di wilayah perkebunan, kita bisa gunakan sama-sama untuk melakukan pemadaman di tempat lain," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved