20 Hari Anggota Paskibraka Sarolangun Masuki Masa Karantina, Orangtua Dilarang Kunjungi Anaknya

Para anggota Pasukan Pengkibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih memasuki masa karantina selama 20 hari.

20 Hari Anggota Paskibraka Sarolangun Masuki Masa Karantina, Orangtua Dilarang Kunjungi Anaknya
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Sekretaris Kabupaten Sarolangun Drs H Tabroni Rozali, menyematan tanda peserta Paskibraka secara simbolis. 

20 Hari Anggota Paskibraka Sarolangun Masuki Masa Karantina, Orangtua Dilarang Kunjungi Anaknya 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Para anggota Pasukan Pengkibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih memasuki masa karantina selama 20 hari.

Para anggota Paskibaraka ini akan menjalani masa pemusatan pelatihan Paskibraka yang akan bertugas untuk pengibaran bendera merah putih pada 17 Agustus 2019 mendatang. Mereka adalah orang-orang yang sudah terpilih untuk menjalani tugas pada detik-detik proklamasi nanti.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten Sarolangun Drs H Tabroni Rozali, peresmian ditandai penyematan tanda peserta secara simbolis.

Kadisparpora Drs Muhammad Idrus, mengatakan bahwa masa karantina ini diikuti sebanyak 33 orang anggota Paskibraka Kabupaten Sarolangun terdiri dari 17 orang laki-laki dan 16 orang perempuan.

Sementara di tingkat Provinsi Jambi, ada lima orang perwakilan dari Kabupaten Sarolangun menjadi anggota Paskibraka provinsi, yakni terdiri dari dua laki laki dan tiga perempuan.

Baca: 23 Proyek Pemerintah Batanghari Dikawal Kejaksaan Negeri

Baca: Siapa Rosmini Sampai Jadi Perhatian Media, JPU Kejari Batanghari Harus Periksa Berkas Dua Kali

Baca: Jalin Kerjasama, PT EBN Sepakati Aturan Main Pemkot Jambi soal Pasar Angso Duo

Baca: Berharap Pabrik Santan Kara Jadi Solusi Petani Kelapa di Tanjab Timur

Baca: Tangisan Wanita Aceh yang Dicambuk 100 Kali Karena Berbuat Mesum Disorot Media Asing

Para anggota Paskibraka ini akan mengikuti pelatihan ini selama hampir 20 hari yang dipusatkan di Lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun dan menginap di Balai Diklat BKPSDM Sarolangun, Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun.

"Mereka tidak diperbolehkan pulang selama pelatihan ini, bahkan komunikasipun dibatasi. HP para anggota Paskibraka ditahan dan hanya diperbolehkan berkomunikasi pada jam-jam tertentu," katanya.

Kemudian pihaknya juga tidak mengizinkan para orang tua untuk melakukan kunjungan kecuali pada hari libur yakni Minggu. Artinya selama kegiatan karantina ini para peserta memang difokuskan untuk mengikuti masa pelatihan paskibraka.

"Orang tua boleh berkunjung pada hari libur, kemudian kita juga siapkan dua dokter standby untuk membantu mengatasi kesehatan para peserta bahkan ada mobil ambulance sudah kita siapkan jika sewaktu-waktu diperlukan," katanya.

Para anggota Paskibraka ini katanya akan dilatih oleh TNI/Polri dibantu oleh Pengurus Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Sarolangun.

"Jaga stamina dengan baik, kesehatan, dan karena 20 hari terforsir fisiknya, mentalnya harus kuat. Maka kesehatan jasmani dan rohani ini sangat penting tetap dijaga," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Tabroni Rozali mengatakan peserta yang terpilih merupakan kebanggaan dan kepercayaan sekolah maupun kecamatan. Untuk itu, dia berpesan agar momentum tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sebagai pengalaman dan pengetahuan serta motivasi bagi pelajar.

Kemudian diharapkan para peserta bisa berlatih dengan gigih untuk dapat mensukseskan pengibaran Bendra Merah Putih di Kabupaten Sarolangun pada 17 Agustus mendatang.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved