Rumah Makan di Jambi Perlu Lebel Halal, Fasha Berencana Jalin Kerjasama dengan MUI

Ada pekerjaan rumah (PR) besar yang akan dikejar Wali Kota Jambi untuk segera diselesaikan, bagaimana rumah makan di Kota Jambi berlabel halal.

Rumah Makan di Jambi Perlu Lebel Halal, Fasha Berencana Jalin Kerjasama dengan MUI
Tribunjambi/Rohmayana
Wali Kota Jambi, Fasha bertemu Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jambi. 

Rumah Makan di Jambi Perlu Lebel Halal, Fasha Berencana Jalin Kerjasama dengan MUI

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ada pekerjaan rumah (PR) besar yang akan dikejar Wali Kota Jambi untuk segera diselesaikan, yakni bagaimana rumah makan yang ada di Kota Jambi memiliki sertifikat dan lebel halal

“Ini memang masih menjadi momok. Kita sangat beda dengan Singapura, Malaysia. Mereka lebih komit, di sana rumah makan diberi lebel halal, meski pedagangnya muslim dan muslimah,” kata Fasha saat pertemuan dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia.

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, dirinya pernah kedatangan teman dari Singpura dan Malaysia. Ia ditanyakan terkait lebel halal tersebut di Kota Jambi khususnya.

“Mereka menanyakan, kenapa rumah makan di Kota Jambi tidak memakai lebel halal. Karena di luar, rumah makan meski yang jual muslim, tetap dibuatkan label halal,” imbuhnya.

“Ini PR kita. Untuk membuat label halal ini biaya cukup tinggi. Saya sudah sampaikan kepada MUI bagaimana ini harus ada gerakan nasional,” imbuhnya.

Baca: Pokja Sanitasi Kota Banjarmasin Datang ke Jambi, Syarif Fasha Beri Tips Sukses Gelar CSS

Baca: Bunuh Imam Masjid Muarojambi Lantaran Kesal, Subur Kini Diancam Hukuman Seumur Hidup

Baca: Kemarau, TPHP Bungo Tunda Tanam Ribuan Hektare Padi dan Jagung

Baca: 23 Proyek Pemerintah Batanghari Dikawal Kejaksaan Negeri

Baca: Siapa Rosmini Sampai Jadi Perhatian Media, JPU Kejari Batanghari Harus Periksa Berkas Dua Kali

Fasha menyebutkan, pihaknya sebagai pemerintah siap untuk itu semua. Lebel halal sebut Fasha, bukan hanya untuk rumah makan, tapi juga UMKM kuliner dan makanan lainnya.

“Harus ada lebel halal, ini akan kami jadikan salah satu program kedepan. Bagaimana Kota Jambi ke depan memeng betul-betul mengedepankan prodak halal,” katanya.

“Ada jaminan halal. Halal mulai dari prosesnya, bukan makanannya. Seperti halnya ayam, bagaimana cara pemotongannya. Ini yang nanti kami tekankan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Fasha mengaku akan menggandeng Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Provinsi Jambi.

“ Peran IPEMI disini sangat besar, anggotanya ada 650 pengusaha muslimah, ini yang kami gandeng,” kata Fasha.

Sebagai upaya untuk mendorong itu sebut Fasha, pihaknya sudah bekerjsama dengan MUI, hal tersebut terkait dengan harga.

“Karena cukup mahal, tapi memang itulah kondisinya, sebab jika terlalu mudah mengeluarkan sertifikat halal tanpa proses verifikasi dan lainnya, yang berdosakan MUI. Misalkan ada produk yang tidak halal dihalalkan, makanya butuh biaya besar,” katanya.

Namun sebut Fasha, bagimana nanti biaya itu bisa ditekankan dan menjadi lebih murah. “Jika perlu kerjasama maka kami akan lakukan, atau misalkan kami pemerintah bisa memberi subsidi,” pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved