Bunuh Imam Masjid Muarojambi Lantaran Kesal, Subur Kini Diancam Hukuman Seumur Hidup

Subur Handoko didakwa dengan pasal 340 KUHPidana lantaran telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Abdul Fattah, imam masjid di Muarojambi.

Bunuh Imam Masjid Muarojambi Lantaran Kesal, Subur Kini Diancam Hukuman Seumur Hidup
Tribunjambi/Samsul Bahri
Rekontruksi pembunuhan imam masjid di Muarojambi. 

Bunuh Imam Masjid Muarojambi Lantaran Kesal, Subur Kini Diancam Hukuman Seumur Hidup 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kejaksaan Negeri Muarojambi mendakwakan tersangka kasus pembunuhan  imam masjid, Abdul Fattah (67) warga RT 02 Kasang Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi dengan Pasal pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Hal ini disampaikan oleh Ade Putra selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana yang digelar, Kamis siang (1/8) di Pengadilan Negeri Sengeti. Dalam sidang perdana ini, dihadiri terdakwa yakni Subur Handoko.

Subur Handoko didakwa dengan pasal 340 KUHPidana lantaran telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Abdul Fattah pada Selasa malam (3/4) sekira pukul 20.00 WIB. 

Sebagaimana dijelaskan oleh Ade Putra bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh Subur lantaran sakit hati terhadap Abdul Fattah. Bahkan pada Selasa (3/4) sekira pukul 18.00 WIB Subur ternyata telah menyiapkan sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh Abdul Fattah.

Baca: Kemarau, TPHP Bungo Tunda Tanam Ribuan Hektare Padi dan Jagung

Baca: Satgas Karhutla Temukan 17 Titip Api, Danrem Kirim Personel Bantu Pemadaman di Arang Arang Jambi

Baca: 20 Hari Anggota Paskibraka Sarolangun Masuki Masa Karantina, Orangtua Dilarang Kunjungi Anaknya

Baca: 23 Proyek Pemerintah Batanghari Dikawal Kejaksaan Negeri

Baca: Siapa Rosmini Sampai Jadi Perhatian Media, JPU Kejari Batanghari Harus Periksa Berkas Dua Kali

"Ketika terdakwa mendengar korban Abdul Fattah adzan, tiba-tiba karena sakit dan dendam, terdakwa langsung mengambil sebilah pisau dan langsung mengasah pisau tersebut kemudian menyimpannya," ujarnya.

"Selanjutnya korban mendatangi rumah korban yang akhirnya menusuk korban pada bagian leher dengan pisau yang telah di asah tersebut sehingga korban terjatuh dan meninggal dunia," sambungnya.

Atas perbuatan terdakwa, JPU mendakwakan terdakwa dengan pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, ancaman seumur hidup atau 20 tahun.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved