Berita Nasional

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'
(repro kompas tv)
Ketua Tim Pengacara Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Bambang Widjojanto, memperkenalkan anggota tim pengacara pada sidang perdana Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019). 

Awalnya Denny menuturkan bahwa MK seharusnya juga membuat keputusan mengenai proses pemilu yang curang.

“Sebagai penjaga konstitusi, Mahkamah Konstitusi seharusnya tidak hanya membuat keputusan tentang hasil pemilu tetapi juga pada semua aspek pemilu karena penipuan dan kecurangan dalam proses pemilihan berarti hasil pemilu tidak sah," ujar Denny dalam ruang pengadilan, di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6/2019).

Ia lantas melanjutkan dengan menyebut pemerintahan Jokowi rezim yang korup dan menindas.

Denny lalu memberikan contoh artikel Lindsey yang diterbitkan pada Oktober 2017 di situs web Indonesia di Melbourne.

“Terutama jika penipuan itu dilakukan oleh petahana yang rezimnya korup dan menindas. Beberapa bahkan membandingkan pemerintahan saat ini dengan Orde Baru (Suharto), termasuk profesor Tim Lindsey dalam artikelnya, Jokowi - Neo Orde Baru. ”

"Mengapa pemerintah saat ini tidak takut menggunakan penipuan untuk memenangkan pemilu, dengan memobilisasi pasukan keamanan, birokrat, pekerja perusahaan milik negara dan mitra koalisi", tambahnya.

Baca: Ikut Perang PUGB, VJ Laissti dan Pevita Pearce Beraksi Bareng Ariel NOAH, Seperti Aksi Mereka

Baca: Siapa Sebenarnya Anak Gadis Kecil Setia Temani SBY Setelah Kepergian Ani Yudhoyono

Baca: 3 Zodiak yang Terkenal Pelit Bak Dompet Digembok, Temanmu Ada Nggak?

Baca: Agung Hercules Idap Kanker Otak Stadium 4, Rekan Artis Ungkap Kondisinya Mulai Membaik!

 

Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan uji materi UU Pemilu, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Ketua MK Anwar Usman membacakan amar putusan uji materi UU Pemilu, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/3/2019). ((KOMPAS.com/Devina Halim))

Tanggapan Mahfud MD

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai penggunaan artikel Lindsey tidak tepat.

"Jadi penggunaan artikel dari guru besar universitas Australia itu tidak memiliki relevansi," kata Mahfud saat menghadiri halal bihalal bersama Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/9/2019), dikutip TribunWow.com dari Kompas.com.

Mahfud meyakini, hal tersebut tidak akan menjadi pertimbangan hakim.

Baca: Pasangan Suami Istri Ini Tertipu Spring Bed Palsu, Ternyata Begini Penampakannya Saat Dibongkar!

"Yang dipertimbangkan hakim adalah pokok gugatan dan kecurangan yang harus dibuktikan," ucapnya.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved