Berita Nasional

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'
(repro kompas tv)
Ketua Tim Pengacara Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Bambang Widjojanto, memperkenalkan anggota tim pengacara pada sidang perdana Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019). 

Profesor Australia Protes ke Kubu Prabowo-Sandi di MK yang Kutip Artikelnya 'Jokowi Neo Orde Baru'

TRIBUNJAMBI.COM - Profesor asal Australia melakukan protes terhadap tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena mengutip artikel miliknya. 

Pernyataan tim kuasa hukum Kubu 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat menuturkan materi gugatan dalam sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), menjadi sorotan media asing.

Diketahui anggota Tim Hukum 02, Denny Indrayana mengutip artikel Guru Besar Hukum dan Indonesianis dari Melbourne University Law School, Profesor Tim Lindsey, dalam persidangan.

Dikutip TribunWow.com dari Theaustralian.com.au, Sabtu  (15/6/2019), Lindsey mengatakan kepada The Weekend Australia bahwa artikelnya tidak ada hubungannya dengan dugaan pelanggaran pemilu.

Baca: Berapa Harga Sepeda Lipat Sandiaga Uno yang Dibawa Saat Berkeliling ke Hambalang Bogor

Baca: Kusni Kasdut Dari Pejuang Menjadi Perampok Berlian di Museum Nasional Hingga Berakhir di Penjara!

Baca: Benar Karena Konsumsi Suplemen Ini Agung Hercules Derita Kanker Otak? Ozy Syahputra Ungkap Hal Itu

Baca: CPNS 2019, Bupati Sarolangun Perjuangkan Honorer Jadi PNS, Ajukan 1000 Formasi ke Kementerian

Ia juga meluruskan bahwa artikel tersebut ia tulis sejak 18 bulan sebelum pemilu berlangsung.

Lindsey mengatakan bahwa artikelnya tersebut membahas mengenai pertanyaan para aktivis apakah unsur-unsur perilaku politik era Suharto muncul kembali di Indonesia.

Ia pun menambahkan bahwa artikelnya tidak menyimpulkan bahwa Jokowi adalah otoriter, seperti yang diklaim oleh tim Prabowo.

“Tim hukum Prabowo memasukkan kutipan dari artikel tersebut dalam petisi mereka, yang jelas-jelas diambil di luar konteks, berisi penekanan (huruf tebal, garis bawah) yang tidak asli, dan sebenarnya tidak mendukung argumen yang mereka katakan bahwa itu mendukung," kata Lindsey.

"Di dalamnya, saya hanya membahas kesulitan politik."

Lindsey mengatakan dia belum berkonsultasi tentang penggunaan artikel itu dan terkejut saat mengetahui artikelnya dikutip dalam persidangan.

Baca: DULU Runner up None Jakarta Ini Dijuluki Bintang Film Panas, Kini Sudah Tobat dan Berganti Nama

Baca: Siapa Sebenarnya Master Limbad, Selain Pesulap Ternyata Punya Gelar Profesor, Kuasai 3 Bahasa Asing?

Baca: Data Gugatan 02 Disebut Tak Kuat di MK, Mahfud MD Pertanyakan Data C1 yang Pernah Dijanjikan Prabowo

Baca: Tiba-tiba Eks Panglima GAM, Muzakir Manaf alias Mualem Temui Menko Polhukam Wiranto, Terkait Makar?

Baca: Politisi PAN Faldo Maldini Ungkap Alasan Prabowo Tidak akan Menang Pemilu di MK karena Hal Ini

Diketahui sebelumnya, artikel milik Lindsey yang berjudul 'Jokowi - Neo Orde Baru' itu digunakan tim hukum 02 untuk menguatkan argumen bahwa capres pertahana kubu 01, JokoWidodo memiliki pemerintahan yang otoriter.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved