Saat 3.900 Prajurit Hingga Kolonel Tak Terima Harus Lepas Baret Merah Kopassus, Ini yang Terjadi
Saat yang menyedihkan bagi seorang prajurit saat harus melepas baret merah, dan menggantinya dengan baret hijau
Selama tiga hari pra prajurit Kopassus menjalani latihan di kamp tawanan.
Dalam kamp tawanan ini semua prajurit Kopassus akan menjalani siksaan fisik yang nyaris mendekati daya tahan manusia.
“Dalam Konvensi Jenewa, tawanan perang dilarang disiksa. Namun, para calon prajurit Komando itu dilatih untuk menghadapi hal terburuk di medan operasi.”
“Sehingga bila suatu saat seorang prajurit komando di perlakukan tidak manusiawi oleh musuh yang melanggar konvensi Jenewa, mereka sudah siap menghadapinya,” tulis Pramono Edhie.
Pelaku Mengaku Diminta Memotong-motong Jasad Wanita di Pasar Malang, Ini Sketsa Wajahnya
Agnez Mo dan Belasan Pria yang Terpental Cintanya, Alasan Si Gigi Kelinci Belum Nikah 32 Tahun
Geger Penemuan Mayat Termutilasi di Pedalaman Papua, Kopassus Turun Tangan dan Temukan Ini
Misteri di Lembah X Terbongkar, Kopassus Lakukan Misi Berisiko Tinggi ke Hutan Belantara Papua
Beratnya persyaratan untuk menjadi prajurit kopassus dapat dilihat dari standar calon untuk bisa mengikuti pelatihan.
Nilai standar fisik untuk prajurit nonkomando adalah 61, namun harus mengikuti tes prajurit komando, nilainya minimal harus 70.
Begitu juga kemampuan menembak dan berenang nonstop sejauh 2000 meter.
“Hanya mereka yang memiliki mental baja yang mampu melalui pelatihan komando. Peserta yang gagal akan dikembalikan ke kesatuan Awal untuk kembali bertugas sebagai Prajurit biasa,” tutup mantan Danjen Kopassus ini. (Putra Dewangga Candra Seta)
TONTON VIDEO: Detik-detik Begal Mau Merampas Motor tapi Gagal, Wajahnya Terekam KameraIKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI
(Artikel ini sudah tayang di surabaya.tribunnews.com dengan judul “Terungkap Seleksi Berat Kopassus yang Bikin 3900 Prajurit Tak Lulus, Ada yang Protes & Menembak”