Berani Menantang Perang! Ini Perbandingan Kekuatan KKB dengan TNI dari Segi Senjata dan Anggotanya
Sampai Berani Menantang Perang! Ini Perbandingan Kekuatan KKB dengan TNI dari Segi Senjata dan Anggotanya
Berani Menantang Perang! Ini Perbandingan Kekuatan KKB dengan TNI dari Segi Senjata dan Anggotanya
TRIBUNJAMBI.COM - Pesan singkat melalui Facebook pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kepada Tentara Nasional Indonesia sungguh mengejutkan.
Kelompok yang bertanggung jaawab terhadap pembunuhan 19 pekerja jembatan Trans Papua di Nguga itu mengajak perang TNI secara terbuka.
Lalu seperti apa sih kekuatan KKB di Papua sampai berani mengajak perang TNI?
Sebelumnya, untuk mengetahui kelompok kriminal bersenjata itu, perlu pula di ketahui pimpinan KKB tersebut.
Baca Juga:
Mengungkap Sumber Senjata KKB di Papua, Ternyata dari Sini Didapatkannya! Berikut Jenis-jenisnya
Cerita Satgas TNI Polri saat Memburu KKB Pimpinan Egianus Kogoya di Papua - Temuan Jenazah Terbaru
5 Pekerja Kemungkinan Masih di Atas Bukit, KKB Tantang Perang Tanpa Bom dan Helikopter
Nama Egianus Kogoya, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua yang membunuh puluhan pekerja di Papua belakangan bikin orang penasaran.
Tak cuma sosoknya saja, tapi ada yang ingin tahu perbandingan kekuatan KKB dengan dan pasukan khusus TNI yang memburunya.
Sebelumnya, melalui laman facebook miliknya, Egianus Kogoya menantang TNI untuk berperang namun dengan syarat, TNI tidak boleh menggunakan bom dan helikopter.
"Militer Indonesia berperang melawan negara mana? Sebab mereka berlebihan menggunakan peralatan perang yang canggih seperti helikopter, bom dari udara serta serangan udara dan darat seakan-akan berperang melawan negara merdeka dengan peralatan militer yang setimpal.
Kami siap perang darat saja di medan perang," tegas Egianus Kogoya, dalam unggahan di Facebook kemarin.
Pengamat Terorisme, Sidney Jones, menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.
Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda.
Dari catatannya, Egianus pernah membuat keributan saat Pilkada serentak Juli lalu, dalam upaya mencegah pelaksanaan pemilu.
Baca Juga:
20 Calon Kades Siap Bertarung, Pemkab Batanghari Kembali Gelar Pilkades Tahap Tiga
Begini Cara Mendapatkan Ratusan Buku Gratis dari Penerbit BIP, Kirim Proposalnya Segera
Peringati Hari Anti Korupsi, LSM Ganja Aksi Damai ke Kejari, Dukung Penindakan Korupsi di Muarojambi
"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar Sidney Jones kepada BBC News Indonesia.