Kesehatan
Dibalik Fenomena Menjamurnya Hubungan Sejenis, Ini Risiko Cara Intim Mereka pada Kesehatan
Fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual) tak hanya marak di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
Akibatnya anus tidak lagi mampu menahan kotoran tetap pada tempatnya. Beberapa individu yang sering mempraktikkan seks anal mengaku kerap mendapati bercak kotoran di pakaian dalamnya akibat ketidakmampuan anus menahan kotoran tetap di dalam usus.
Baca: Diet Mediterania, Untuk Menurunkan Berat Badan Sekaligus Mengatasi Depresi
Baca: Sedang Mandi di Sungai, Wanita Ini Diperkosa dan Ada yang Merekam Aksinya
Baca: 5 Jenis Makanan Ini Bikin Anda Cepat Tua, Berikut Kiat Sederhana agar Awet Muda
Baca: Janin Sudah Bisa Menangis Sejak dalam Rahim, Kenali Penyebab dan Hal yang Harus Dihindari
Seluruh konsekuensi di balik seks anal tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai jenis infeksi menular seksual. Beberapa infeksi yang cukup umum terjadi, antara lain gonore, sifilis, kutil kelamin, klamidia, herpes genital, hepatitis B, dan HIV.
Mengingat adanya berjuta bahaya di balik metode seks tersebut, ada baiknya seseorang mempertimbangkan kembali sebelum melakukan seks anal. "Tak ada salahnya memilih cara lain yang lebih aman bagi kesehatan Anda maupun pasangan," saran Dyan mengakhiri.
Sumber: Klikdokter.com