Balap Liar di Kota Jambi
Kerasnya Hidup Balap Liar, Tapi Ada Yang Jadikan Sumber Penghasilan
Adji, seorang mantan pebalap liar, kepada Tribun mengatakan aksi balap liar di Jambi tak sekadar adu pacu sepeda motor
Penulis: tribunjambi | Editor: Suang Sitanggang
"Kalau di Kotabaru ini sistemnya sirkuit atau sistem lap atau road race ilegal tanpa pengaman tubuh. Kalau di Telanai sistemnya drag karena lurus," terangnya.
Dari balap liar ini, Adji mengungkapkan, ada yang menjadikannya sebagai mata pencarian sampingan.
"Dia montir di bengkel motor. Jadi, tiap malam datang ke arena balap untuk taruhan. Dia sering menang," ungkapnya.
Kini, Adji telah beralih menjadi pebalap sirkuit resmi. Semata‑mata untuk mencari prestasi.
"Alasannya karena sudah sering jatuh dan luka. Terus uang banyak habis dan motor melayang. Orangtua juga dukung untuk jadi pebalap resmi," katanya.
Di usia yang hampir menginjak angka 20 ini, jam terbangnya cukup tinggi. Puluhan ajang balap motoprix nasional telah ia ikuti.
Dari tingkat lokal Provinsi Jambi, regional hingga luar kota seperti Palembang, Bengkulu, Lampung hingga sirkuit Sentul, Jawa Barat.
"Lumayan sering juga naik podium 1. Di sini dapat nama dan hadiahnya lumayan besar," katanya.
Simak terus beritanya di www.tribunjambi.com dalam topik Balap Liar di Kota Jambi, dan di Harian Tribun Jambi edisi Rabu 18 Oktober 2017.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20171017_balap-liar_kartun_20171017_213600.jpg)