Berita Jambi
Belum Ada Temuan Hantavirus di RSUD Raden Mattaher Jambi
RSUD Raden Mattaher Jambi menyatakan hingga saat ini belum menemukan pasien yang terpapar Hantavirus di Provinsi Jambi.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak RSUD Raden Mattaher Jambi menyebut belum ada temuan pasien yang terpapar Hantavirus di Jambi.
Hal itu disampaikan Plt Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher, Iwan Hendrawan.
“Memang belum ada dikita untuk pasien itu (Hantavirus, red), karena kalau ada sudah naik laporan ke atas,” katanya, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Rabu (13/5/2026).
Sebelumnya, kasus Hantavirus kembali jadi sorotan dunia setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga penumpang.
Indonesia tercatat melaporkan 23 kasus virus itu sejak 2024 hingga awal 2026 dengan tiga kematian.
Sementara Singapura mengisolasi dua warganya yang sempat berada di kapal pesiar meski hasil tes dinyatakan negatif.
Disatu sisi, Di luar ASEAN Korea Selatan dan China menjadi negara dengan laporan Hantavirus tertinggi di Asia, dengan ratusan hingga ribuan kasus HFRS.
Hantavirus adalah virus zoonotik yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Virus ini menular melalui paparan partikel yang berasal dari urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, dan penularan tidak memerlukan kontak langsung, melainkan cukup melalui inhalasi partikel yang terkontaminasi.
Hantavirus disebabkan oleh orthohantavirus yang memiliki 50 varian, dan sebanyak 24 varian di antaranya dapat menginfeksi manusia, antara lain Seoul Virus, Hantaan Virus, Andes Virus, dan Sin Nombre Virus.
Di Indonesia, jenis hantavirus yang paling kerap ditemukan adalah Seoul virus (SEOV), yang dapat menyebar lewat tikus rumah yang hidup di tengah aktivitas manusia sehingga lebih mudah menular di masyarakat.
Gejala awal hantavirus sering tidak spesifik dan menyerupai flu atau kelelahan, sehingga berpotensi tidak dikenali pada tahap awal.
Hingga saat ini belum ada antivirus spesifik atau vaksin yang disetujui secara luas untuk hantavirus.
Baca juga: Bahaya Hantavirus Mengintai, WHO Minta Waspadai Debu yang Terkontaminasi
| Arab Saudi Larang Penggunaan Ponsel Saat Tawaf dan Sa’i, Jemaah Haji Jambi Diimbau Patuhi Aturan |
|
|---|
| Pemprov Jambi Siapkan 500 Beasiswa Mahasiswa S1 dan 300 Beasiswa Tahfiz Quran |
|
|---|
| Rabu Berkah TP PKK Jambi, Hesti Haris Hadirkan Cek Kesehatan Gratis |
|
|---|
| Udin Abdillah Wariskan Tenun Tanjung ke Anak Muda, BRI Bantu Pembinaan dan Promosi |
|
|---|
| Dari Pasar Lokal hingga Luar Negeri, Pempek Cek Lala Berkembang dengan Pertahankan Cita Rasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/RSUD-Raden-Mattaher-Jambi-188.jpg)