Kamis, 14 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Balap Liar di Kota Jambi

Kerasnya Hidup Balap Liar, Tapi Ada Yang Jadikan Sumber Penghasilan

Adji, seorang mantan pebalap liar, kepada Tribun mengatakan aksi balap liar di Jambi tak sekadar adu pacu sepeda motor

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aksi balap liar di Kota Jambi dan daerah lainnya masih saja marak. Padahal kerugian yang didapat dari balap liar ini cukup besar.

Adji, seorang mantan pebalap liar, kepada Tribun mengatakan aksi balap liar di Jambi tak sekadar adu pacu kendaraan roda dua. Di sana juga ada perjudian yang besar.

Dia menyebut taruhan tersebut berupa uang, sepeda motor, hingga bakar STNK bagi yang kalah.

Untuk taruhan sepeda motor, kata Aji, biasanya sudah janjian dengan lawannya melalui telepon.

"Ini namanya taruhan dalam bentuk besar. Biasanya yang janjian ini orang antar bengkel motor," ungkapnya.

"Waktu itu motor aku yang diangkut mereka jenis Suzuki Satria FU," tambahnya.

Baca: VIDEO: Potret Balap Liar di Kota Jambi, Taruhan Ternyata Tak Cuma Uang, Ada Ini Juga

Baca: Luka, Kalah, Hingga Motor Melayang, Ini Pengalaman Mantan Pebalap Liar Kota Jambi

Dari balap liar ini, tentu ada risikonya. Baik diburu polisi, luka‑luka lantaran terjatuh, hingga nyawa melayang.

"Aku beberapa kali luka‑luka di badan. Paling parah luka di kepala," tuturnya.

Orangtuanya tentu marah, lantaran melihat kondisinya pulang dengan luka. Ditambah, sepeda motornya hilang.

"Kalau motor yang hilang itu dimarahi habis‑habisan. Tapi untungnya itu motor surat sebelah," ucap Adji.

Dia mengungkapkan, para joki balap liar ini biasanya menunggangi sepeda motor berjenis mio, satria FU, Jupiter MX, dan Vixion.

"Ini motor‑motor yang biasanya mudah dikuasai untuk balapan," katanya.

Muhammad Adji Alfarisi
Muhammad Adji Alfarisi (TRIBUN JAMBI)

Ia juga ungkapkan, saat ini para joki balap liar memadati kawasan Kotabaru atau lebih tepatnya di bilangan Taman Jomblo. Alasannya, karena treknya yang banyak lurus dan tikungan bagus.

"Kalau di Kotabaru ini sistemnya sirkuit atau sistem lap atau road race ilegal tanpa pengaman tubuh. Kalau di Telanai sistemnya drag karena lurus," terangnya.

Dari balap liar ini, Adji mengungkapkan, ada yang menjadikannya sebagai mata pencarian sampingan.

"Dia montir di bengkel motor. Jadi, tiap malam datang ke arena balap untuk taruhan. Dia sering menang," ungkapnya.

Kini, Adji telah beralih menjadi pebalap sirkuit resmi. Semata‑mata untuk mencari prestasi.

"Alasannya karena sudah sering jatuh dan luka. Terus uang banyak habis dan motor melayang. Orangtua juga dukung untuk jadi pebalap resmi," katanya.

Di usia yang hampir menginjak angka 20 ini, jam terbangnya cukup tinggi. Puluhan ajang balap motoprix nasional telah ia ikuti.

Dari tingkat lokal Provinsi Jambi, regional hingga luar kota seperti Palembang, Bengkulu, Lampung hingga sirkuit Sentul, Jawa Barat.

"Lumayan sering juga naik podium 1. Di sini dapat nama dan hadiahnya lumayan besar," katanya. 

Simak terus beritanya di www.tribunjambi.com dalam topik Balap Liar di Kota Jambi, dan di Harian Tribun Jambi edisi Rabu 18 Oktober 2017.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved