Kisah Militer

Jenderal TNI Dibentak-bentak Bintara, kalau Pakai Seragam yang Terjadi Mungkin Lain

Tak peduli apa pangkatnya, bila tidak tertib maka akan dibentak-bentak. Seorang bintara berani melakukan ini pada Jenderal TNI

Editor: Duanto AS
Benny Moerdani saat Operasi Seroja di Timor Timur 

Tak peduli apa pangkatnya, bila tidak tertib maka akan dibentak-bentak. Seorang bintara berani melakukan ini pada Jenderal TNI 'jebolan' Kopassus.

TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa itu dialami intelijen kawakan TNI AD.

Menjadi anggota Badan Intelijen Negara (BIN) bukan hal mudah. 

Beban yang diemban personel intelijen sangat berat, karena harus menjaga kerahasiaan apapun risikonya.

Dalam dunia intelijen ada istilah, "Jika berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang, tidak akan dicari, dan jika mati, tidak ada yang mengakui".

Benny Moerdani
Benny Moerdani (istimewa)

Ini seperti dialami Jenderal TNI LB Moerdani.

Benny Moerdani dibentak-bentak prajurit jaga yang pangkatnya jauh di bawahnya, namun diam saja.

Baca: Catatan Sintong Panjaitan, Murid Kopassus Tak Menduga Sang Komandan Lakukan Hal Nekat

Baca: Kisah Sniper Kopassus Legendaris, Berangkat Bawa 50 Peluru, 49 Orang Musuh Tewas

Baca: Intelijen Andalan Polisi, Kalau Siang Jual Bakso Kalau Malam Jual Sekoteng, Kadang Jadi Hansip

Baca: Teknik Tingkat Tinggi Agen Rahasia Israel, Halim Tak Sadar Telah Direkrut, Nasibnya Berakhir

Baca: Ini Ganjalan Natasha Wilona dan Verrell Bramasta Menikah Muda, Ivan Fadilla Paparkan Perbedaan

Baca: Siapa Sebenarnya Jenny Siswono? Foto Ibu Agnez Mo saat Muda Bawa Piala Muncul di Instagram

Benny Moerdani merupakan satu di antara tokoh intelijen kawakan yang "besar dari pasukan elite TNI, RPKAD (sekarang Kopassus).

Dia mendapat julukan 'raja intel' karena sangat piawai di dunia intelijen.

Pengalaman menarik 'sang raja intel' dalam menjaga rahasia diri, dituliskan dalam buku Benny: Tragedi Seorang Loyalis yang ditulis Julius Pour.

Cerita ini bermula ketika Benny Moerdani pergi ke Markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib).

Moerdani yang saat itu telah berpangkat mayor jenderal, mengendarai mobil menuju markas di kawasan Medan Merdeka Barat.

Dia tidak mengenakan seragam dinas.

Setiba di lokasi, Benny memarkirkan mobilnya di lokasi terdekat dari pintu masuk.

Lokasi parkir itu memang merupakan tempat khusus bagi perwira tinggi militer.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved