Teknik Tingkat Tinggi Agen Rahasia Israel, Halim Tak Sadar Telah Direkrut, Nasibnya Berakhir
Awalnya, agen rahasia Israel itu mengirimkan agen wanita yang menyamar sebagai penjual parfum. Dia mengorek keterangan dari istri Halim
Awalnya, agen rahasia Israel itu mengirimkan agen wanita yang menyamar sebagai penjual parfum. Dia mengorek keterangan dari istri Halim, Samira, yang tinggal di sebuah apartemen.
TRIBUNJAMBI.COM - Apa yang dilakukan agen rahasia Israel ini merupakan teknik tingkat tinggi.
Pada 1978, Israel berhasil mendeteksi bahwa Irak benar-benar ingin memproduksi bom nuklir berkat bantuan peralatan teknologi Perancis.
Saat itu, agen rahasia Mossad diperintahkan untuk menggagalkan proyek itu.
Mengingat Mossad menginginkan operasi yang dinamai Operation Sphinx itu segera membuahkan hasil, agen-agen Mossad pun segera dikirim ke negara Napoleon Bonaparte itu.

Targetnya adalah merekrut salah satu teknisi Irak yang bekerja di industri nuklir Prancis.
Setelah agen-agen Mossad bergabung dengan rekannya yang berada di pos Perancis, operasi rekrutmen pun digelar.
Baca: Kades Inspeksi Rumah Janda di Malam Hari, Warga Penasaran Lalu Ngintip, Kaget karena Melihat
Baca: Para Jenderal Terkejut saat Benny Banting Baret Kopassus, Prajurit Berkaki Satu Dibela Mati-matian
Baca: Benny Kecantol Pramugari Garuda Indonesia, Perjalanan Cinta Kopassus yang Suka Hilang Mendadak
Baca: Puasa Dipercaya Bisa Meningkatkan Kesehatan, Kurangi Resiko Penyakit dan Tingkatkan Fungsi Mental
Baca: Bandingkan Ukuran Pinggang Gisella Anastasia, Luna Maya dan Nia Ramadhani, Pantas Endorse Terus
Sasaran yang kemudian ditemukan Mossad secara kebetulan adalah teknisi bernama Halim, insinyur fisika nuklir Irak.
Nama Halim, tempat kerja, dan kegiatannya sudah berhasil dimonitor oleh Mossad lewat penyelidikan secara rahasia di pabrik tempat Halim bekerja.
Mossad mulai menjebak Halim dengan cara mengamatinya ketika menunggu bus ke pabrik.
Mereka juga mengirimkan agen wanita yang menyamar sebagai penjual parfum dengan tujuan mengorek keterangan dari istri Halim, Samira, yang tinggal di sebuah apartemen.
Halim ternyata merupakan sasaran yang mudah bagi Mossad.
Semua skenario tipu daya yang dilancarkan Mossad berjalan lancar. Dengan sogokan uang , makan enak, dan pelacur, informasi yang diperlukan Mossad dari Halim mengalir secara pasti.
Pada tahap pertama, agen Mossad berhasil membuat Halim mengaku bahwa dirinya insinyur nuklir Irak yang ditugaskan ke Prancis untuk program produksi bom nuklir di Irak.
Halim yang mendapat uang dalam jumlah besar setiap memberi keterangan bahkan memberikan peta tentang posisi reaktor nuklir Prancis yang akan dikirim ke Irak. Halim bahkan bersedia memberikan cetak biru program nuklir Irak berikut lokasi instalasi nuklir di Irak.