Uang Rp 2 Miliar dari Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi Diserahkan ke Jaksa

Kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang menyeret Munadhi Head of Operation PT RKK akhirnya mencapai

Uang Rp 2 Miliar dari Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi Diserahkan ke Jaksa
tribunjambi/syamsul bahri
Terdakwa Munadhi Head of Operation PT RKK melalui kuasa hukumnya menyerahkan uang denda sebesar Rp 2 miliar kepada Kejari Muarojambi sebagai pelaksanaan dari putusan Mahkamah Agung terkait kasus kebakaran hutan dan lahan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Munadhi, Head of Operation PT Ricky Kurniawan Kertapersada atau PT RKK tak bisa berbuat banyak. 

Ia merupakan terdakwa dari PT RKK dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi pada 2015 lalu.

Kasus ini sendiri menyita waktu yang panjang dan alot.

Kemarin (2/5), Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait dengan perkara kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada 2015 lalu dengan melibatkan PT Ricky Kurniawan Kertapersada (RKK) tersebut.

Dalam pelaksanaannya, terdakwa melalui kuasa hukumnya menyerahkan uang denda sebesar Rp 2 miliar melalui Kejari Muarojambi sebagai pelaksanaan dari putusan MA tersebut.

MA menyatakan bahwa terdakwa Munadhi, yang menjabat Head of Operation PT RKK terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Ia didakwa lalaian atas peristiwa kebakaran gambut di kebun sawit peruashaan tersebur pada tahun 2015.

Baca: 434 Sekat Kanal dan Sumur Bor Dibangun di 3 Kabupaten, Antisipasi Karhutla

Baca: Kebakaran Hutan Tahun 1997 Menyebabkan Tubuh Anak-Anak Lebih Pendek, Ini Penjelasannya

Baca: Cuaca tak Menentu, 11 Kecamatan di Muarojambi Rawan Karhutla, BPBD Imbau Warga Jangan Membakar

"Jadi kita melaksanakan putusan Mahkamah Agung yang dalam putusan itu, menjatuhkan pidana satu tahun enam bulan dan denda Rp 2 miliar. Dan hari ini terdakwa membayar denda tersebut," jelas Kasipidum Kejari Muarojambi, Bambang Harmoko, Kamis.

Berdasarkan petikan putusan dengan nomor 1154 K/PID.SUS.LH/2017 tertanggal 7 Maret 2018, Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara kepada Munadhi selama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Halaman
1234
Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved